• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Hak Atas Kekayaan Intelektual Tenun Amarasi Masih Diurus

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hak Atas Kekayaan Intelektual Tenun Amarasi Masih Diurus

Raja Amarasi Roby Koroh bersiap menerima hadiah pakaian adat terbaik saat HUT ke-78 RI. (Dok. YouTube Sekretariat Presiden)

0
SHARES
366
VIEWS

Kupang – Busana adat yang digunakan oleh Raja Amarasi Roby Koroh saat upacara pengibaran bendera pusaka di Istana Negara membuatnya dihadiahi sepeda oleh Presiden Jokowi.

Pakaian adat ini mendapati tempat pertama busana adat terbaik pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 di Istana Negara, Kamis 17 Agustus 2023.

BacaJuga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

13 Agustus 2026
Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

3 Juli 2026

Baca juga : HUT RI Jadi Satu-satunya Tempat Pameran Tenun di Amarasi

Roby Koroh hari itu tampak mengenakan balutan selimut tenun Amarasi lengkap dengan tiga kalung muti yang menghiasi busana atasnya. Ia mengenakan pula ikat destar kepala dan sebuah selendang tenun yang diikatkan ke pinggangnya.

Kain Tenun NTT motif dari Amarasi (KatongNTT-Ruth)
Kain Tenun NTT motif dari Amarasi (KatongNTT-Ruth)

Sekertaris Umum Ikatan Keluarga Amarasi (Ikarasi), Kris Koroh mengaku bangga dengan penghargaan dari Istana Negara atas tenun ikat ini.

Baca juga : Busana Adat Terbaik, Jokowi Hadiahi Raja Amarasi dan Sri Mulyani

Ia juga menyampaikan motif tenun ikat Amarasi masih dalam pengurusan untuk didaftarkan Indikasi Geografis (IG) untuk mendapatkan hak atas kekayaan intelektual atau HAKI.

Pendaftaran HAKI ini dilakukan agar kekayaan intelektual dari nenek moyang ini dapat terus lestari, punya kekuatan hukum dan tidak asal diklaim oleh pihak tidak bertanggung jawab.

“Sementara berproses di Kementrian Hukum dan HAM,” ungkap dia.

Para penenun dari desa Apren dalam pameran kain tenun pada perayaan hari kemerdekaan di kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, NTT. (KatongNTT-Ruth)
Para penenun dari desa Apren dalam pameran kain tenun pada perayaan hari kemerdekaan RI, di kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, NTT. (KatongNTT-Ruth)

Ia juga meminta kaum muda untuk terus bangga dan mau berpakaian adat atau tenun daerah asal NTT. Menurutnya generasi muda dapat terus mengembangkan busana adat.

Baca juga : Tenun NTT Hadapi Dilema: Patuhi Adat dan Ikut Tuntutan Pasar

Untuk NTT sendiri baru 2 kabupaten yang terdaftar di pangkalan data kekayaan intelektual di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). IG yang terdaftar dari NTT yaitu tenun ikat Sikka dengan 33 jenis dan Alor dengan 2 jenis.

“13 Kabupaten lainnya sementara dalam proses,” Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan HAM Nusa Tenggara Timur, Marciana Jone, dalam keterangan yang diterima Selasa 7 Maret 2023 lalu. ***

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

by Rita Hasugian
13 Agustus 2026
0

KatongNTT – Suara Johanes Tenggas, 50 tahun datar menjawab pertanyaan tim transisi dari PT Flobamor, BUMD Provinsi NTT pada Senin,...

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

by KatongNTT
3 Juli 2026
0

Kupang –Suara tawa lepas lima perempuan lansia memenuhi ruang tamu rumah Pendeta emeritus Aplonia Mariana Mba’u-Lidda pekan terakhir April lalu....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati