Kupang – Humanity First Indonesia melakukan pengeboran air di 5 titik di tiga kabupaten kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengeboran ini guna memberikan akses air bersih kepada masyarakat dan sebagai wujud berbagi kebaikan selama Ramadan.
Agil Cahyo Manembah selaku Koordinator Lapangan Program Air Bersih Humanity First menyampaikan ini dalam keterangannya, Sabtu 1 April 2023.
Program Air Bersih Untuk NTT berlangsung di 2 lokasi di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS); 2 titik di Kabupaten Sabu Raijua yaitu Desa Tanadjawa Dusun 3 kampung Prema Kecamatan Hawu Mehara dan Desa Hallapadji Dusun 4 Kampung Raya Bawa Kecamatan Sabu Liae; dan satu titik Jl. Bundaran PU Kelurahan TDM Jalur 3.
Baca juga: Krisis Air Bersih, Warga Desa Wolowea di Nagekeo Sudah 2 Tahun Konsumsi Air Kotor dari Parit
Menurut Agil, NTT menjadi sasaran program ini berdasarkan assessment yang dilakukan oleh tim HF Indonesia melalui studi literatur maupun survei langsung di lapangan. Assessment ini telah dimulai sejak 8 Maret lalu dan keseluruhan prosesnya akan berjalan hingga Mei mendatang.
Provinsi NTT masih kesulitan air bersih terutama saat memasuki musim kemarau yang umumnya lebih lama dibandingkan dengan provinsi lainnya. Tingkat curah hujan di NTT juga terbilang rendah.
Hal ini menjadi tantangan pengentasan masalah air bersih di NTT terutama dengan kondisi wilayahnya yang merupakan bebatuan keras. Selain itu pengaruh sosial budaya dan masalah manajemen PDAM yang belum tuntas.
Penghasilan yang rendah juga membuat masyarakat sulit untuk melakukan pengeboran air karena biayanya di rentang harga Rp 50 juta – Rp 100 juta sesuai lokasi.
Masyarakat di daerah-daerah dengan ketersediaan air bersih yang minim juga harus membeli air bersih dengan biaya yang tidak sedikit, bisa Rp 300 ribu – Rp 400 ribu per satu mobil tanki air per bulannya.
Baca juga: Waspada Bencana Kekeringan, Pemerintah Sediakan Asuransi Bagi Petani
“Bahkan biaya untuk beli air bersih lebih mahal dari biaya makan di sana,” kata Agil.
Ia berharap program yang sedang dikerjakan di NTT ini bisa dimanfaatkan masyarakat nantinya. Hal ini telah dilakukan juga di sejumlah wilayah seperti Aceh, Nias, Gunungkidul, Bogor dan Palu.
Program Air Bersih Untuk NTT ini pun merupakan bagian dari Program Water For Life yang telah dilakukan sejak 2005 atau sejak Humanity First (HF) Indonesia berdiri.
HF Indonesia juga memiliki berbagai program kemanusiaan lainnya seperti Orphan care, Knowledge For Life, Food Security, dan Global Health.
Agil juga mengajak seluruh kalangan menjadi Sobat Kemanusiaan dan melakukan kebaikan untuk Program Air Bersih bagi NTT melalui link https://humanityfirst.id/campaign/air-bersih-untuk-ntt.
“Kami mengajak Sobat Kemanusiaan untuk bergabung bersama-sama wujudkan akses air bersih yang layak bagi masyarakat NTT sebagai bentuk kebaikan yang akan kita lakukan di bulan Ramadan,” ajaknya. (Putra Bali Mula)




