Larantuka – Para peziarah yang hadir dalam kegiatan keagamaan Semana Santa di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti ibadah Jalan Salib untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus yang wafat di kayu salib.
“Kami ingin mengenang kembali kisah sengsara Yesus dan memaknai nilai-nilai kasih khususnya toleransi dalam hidup kami,” kata peziarah asal Maumere, Elisabet Maria di Larantuka, Jumat, (7/4/2023).
Ibadah Jalan Salib ini merupakan ibadah pertama yang dilakukan dalam rangkaian Jumat Agung Semana Santa. Usai Jalan Salib di Taman Doa Pieta Larantuka, peziarah akan mengikuti Prosesi Laut Tuan Meninu yang dijadwalkan terlaksana pada pukul 11.00 Wita.
Prosesi laut Tuan Meninu dimulai dari kapela ke Pante Kuce-Pohon Sirih. Lalu dilanjutkan menghantar salib dari kapela ke Armida-Pohon Sirih, prosesi menghantar salib Mesiah Anak Allah dari Tori ke Armida-Balela, prosesi menghantar Patung Tuan Ma dan Tuan Ana dari kapela ke gereja, prosesi menghantar Tuan Missericordiae dari kapela Pantai Besar ke Armida-Pohon Sirih, dan prosesi menghantar Tuan Trewa dari Tori ke Armida.
Berikutnya ada lamentasi Jumat Agung pada pukul 18.00 Wita dan prosesi Jumat Agung mengelilingi Kota Larantuka dimulai pukul 19.00 Wita.
Sejak pintu kapel dibuka Raja Larantuka Don Andreas Martinus DVG pada Kamis (6/4/2023) pukul 09.00 Wita, para peziarah mulai mengantri hingga misa malam Kamis Putih, kemudian antrian berlanjut setelah misa. Mereka datang dari berbagai daerah mengikuti salah satu tradisi warisan Bangsa Portugis dalam merayakan Paskah yakni menghormati Patung Tuan Ma (ibunda Yesus) dan Tuan Ana (bayi mungil Yesus). Tradisi penghormatan Tuan Ma dan Tuan Ana itu telah dilakukan sejak 500 lebih tahun lalu.
Peziarah asal Jakarta, Maria Hasto Kristyanto, seperti ditulis Antara, terkesima dengan tradisi Katolik yang telah dihidupi ratusan tahun itu.
Dia berharap, makna devosi Semana Santa yang baru kembali dibuka setelah tiga tahun vakum akibat pandemi Covid-19 itu bisa terus dipertahankan. “Luar biasa, ini pengalaman pertama saya ikut ziarah Semana Santa di Larantuka. Saya antusias,” ungkap Maria Hasto kagum.
Semana Santa Larantuka telah berlangsung dari hari Selasa dengan berbagai rangkaian devosi. Kegiatan keagamaan ini diikuti lebih dari 7.100 peziarah dari berbagai daerah.
“Mereka tidak hanya umat Katolik tetapi juga, seluruh umat dari berbagai agama di Indonesia,” kata Ketua Bidang Peliputan, Dokumentasi dan Acara Prosesi Semana Santa 2023 Herry Lamawuran kepada Antara.
Dikatakan, sistem pendaftarannya bisa secara online atau offline. Setelah mendaftar secara daring, peziarah langsung mendaftarkan ID card atau tanda pengenal khusus. Para peziarah itu tercatat 6.854 umat Katolik, 180 orang Kristen Protestan, 48 orang beragama Islam, 10 orang Hindu, 1.386 penganut Konghucu dan agama Budha satu orang. [Anto]




