• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 28, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Kaum Muda Desa Hewa-Flores Timur Mendokumentasi 12 Padi Lokal

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kaum Muda Desa Hewa-Flores Timur Mendokumentasi 12 Padi Lokal

Ilustrasi tanaman padi (Dok KatongNTT).

0
SHARES
273
VIEWS

Larantuka – Sebagian besar kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat tergantung pada beras dari Makassar (Sulawesi Selatan) dan Surabaya (Jawa Timur). Sebenarnya, sejumlah wilayah di NTT punya potensi padi lahan kering atau biasa dikenal dengan padi gogo.  Ragam plasma nutfah padi gogo lokal NTT tersebar di sejumlah wilayah. Bahkan, budaya yang menyatu dengan masyarakat dalam melestarikan padi gogo lokal tersebut. Meski sudah berkurang, tradisi ini masih dijaga di beberapa daerah.

Salah satu inisiatifnya dilakukan kaum muda marga Widin di Desa Hewa, Kecamatan Wlanggitang, Flores Timur yang difasilitasi oleh Thomas Uran dari Yayasan Ayu Tani Mandiri. Setelah melakukan pendampingan dan melakukan dokumentasi bersama, ada sekitar 12 jenis padi lokal. Masing-masing punya nama lokal sendiri, yakni Nalu Gete, Nalu Mitan, Nalu Mune, Nalu Masak, Nalu Muu, Nalu dan Blutuk Lekok Kilan. Kemudian Nalu Lau, Nalu Olon, Nalu Gadis, Nalu Rutun, Nalu Waher, dan Nalu Ampera. Nalu Ampera dianggap sebagai pendatang baru karena merupakan benih yang dibagikan pemerintah.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Baca : El Nino, Pangan Lokal, Bapanas, dan Cium Nasi Putih

“Budidaya dan penyimpanan benih dilakukan secara turun-temurun. Kami bersama para perempuan muda di desa ini mencoba mendokumentasikan ciri khas masing-masing padi tersebut,” ujar Thomas kepada KatongNTT.com.

Dikatakan, Nalu Gete berwarna merah sedangkan Nalu Mita berwarna hitam umumnya dijual di pasar secara pribadi. Jenis Nalu Gete umumnya adalah jenis padi tahan angin sehingga biasa ditanam. Sedangkan Nalu Gadis umumnya tahan panas. Dengan demikian jenis padi ini sebenarnya secara alamiah sudah terseleksi.

Diskusi membahas padi lokal di Desa Hewa, Flores Timur.

Namun Thomas mengakui dua belas jenis padi ladang ini perlu diverifikasi lebih lanjut dan diteliti karakteristiknya. Ini pula yang mendasari KatongNTT.com belum menyebutkan sebagai varietas karena butuh penelitian lebih lanjut.

“Dokumentasi ini masih perlu diteliti lebih lanjut oleh pihak yang berwenang. Apakah perguruan tinggi atau lembaga penelitian pemerintah yang dibantu oleh petugas penyuluh lapangan,” ujar Thomas yang aktif dalam Koalisi Pangan Baik (KPB) ini.

Sejumlah wilayah NTT lainnya pun biasanya punya jenis benih padi lokal dengan tradisi pola budi daya tersendiri. Salah satunya di Kabupaten Manggarai Timur yang dikenal dengan Weri Mata Nii. Weri berarti tanam, sedangkan mata nii berarti benih padi. Jadi, secara harafiah Weri Mata Nii berarti menanam benih padi. Sebelum menanam benih padi di lahan kering yang sudah dibersihkan, terlebih dahulu para tua adat melaksanakan ritual di sudut lahan. Ada sesajian dari bahan ayam dan babi dipersembahkan kepada Sang Pencipta, para leluhur, dan alam itu sendiri.

Baca : Edisi Perempuan NTT: Walau Rajin Berladang, Tapi Pembangunan Meninggalkan Perempuan

Di Manggarai Barat, Yayasan Komodo Indonesia Lestari (Yakines) Labuan Bajo, juga sudah melakukan upaya pelestarian benih padi lokal. Hal yang sama juga dilakukan Wahana Tani Mandiri (WTM) pimpinan Winfridus Keupung di Kabupaten Sikka. Plasma nutfah padi gogo lokal NTT sudah pernah dikoleksi dan dievaluasi tim peneliti Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan (BPTP) Bogor pada tahun 1997. Saat itu terdeteksi 97 aksesi (varietas) dari 19 kabupaten di NTT. Sebagian besar peneliti BPTP saat ini sudah beralih ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan semoga koleksi-koleksi tersebut masih tersimpan dengan baik. [Anto]

Tags: #Gogo#Kering#Lokal#PadiPangan
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati