Ketika Bunda Julie Bertemu Siswa SLB Negeri di Kupang dan TTS

Bunda Julie berkunjung ke SLB Negeri Oelamasi didampingi Wakil ketua Penggeran PKK NTT, Maria Fransiska Djogo, Plt Dinas P dan K NTT Henderina Laiskodat,

Bunda Julie berdialog dengan Siswa SLB Negeri Oelamasi di Kabupaten Kupang tentang ketrampilan menenun pada Sabtu 14 Mei 2022 (Dok Tim Komunikasi Dekranasda NTT)

Bunda Julie berdialog dengan Siswa SLB Negeri Oelamasi di Kabupaten Kupang tentang ketrampilan menenun pada Sabtu 14 Mei 2022 (Dok Tim Komunikasi Dekranasda NTT)

Kupang– Para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Oelamasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang antusias menyaksikan kedatangan Ketua Penggerak PKK Provinsi NTT, Julie Laiskodat pada Sabtu, 14 Mei 2022. Untuk pertama kali mereka menyaksikan langsung  Bunda Julie, sapaan untuk Julie Sutrisno Laiskodat.   

“Ini pertama kali seorang Ketua Penggerak PKK, istri Gubernur berkunjung ke SLB ini,” kata Weny Bisinglasi Nalle, Plt Bidang Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLP) NTT.   

Video Bunda Julie bertemu Siswa SLB Negeri di Kupang dan TTS

Beberapa anak dengan pakaian yang dibalut kain tenun, lincah menari untuk menyambut kedatangan Bunda Julie. Mereka menggerakkan tubuh begitu lentur, sehingga sekilas tidak terlihat jika mereka penyandang disabilitas.

Bunda Julie berkunjung ke SLB Negeri Oelamasi didampingi Wakil ketua Penggeran PKK NTT, Maria Fransiska Djogo, Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT  Henderina Laiskodat, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Syalomi Pah, dan Weny.

Bunda Julie kemudian berdialog dengan para siswa tentang pelajaran yang mereka terima dan menghibur siswa-siswa dengan bernyanyi bersama.  

Seorang siswa perempuan mengenakan pakaian seragam SMA berdiri di hadapan Bunda Julie. Siswa jurusan tata busana ini mempraktekkan cara mengukur bagian tubuh untuk keperluan menjahit pakaian. Bunda Julie memberikan badannya diukur oleh siswa tersebut dengan dipandu oleh gurunya. “Ya betul, mana lagi,” kata Bunda Julie memberikan motivasi ke siswa itu.  

Bunda Julie kemudian memasuki ruang khusus untuk siswa-siswa belajar bertenun. Duduk bersila di lantai, Bunda Julie berdiskusi dengan siswa-siswa yang sedang menenun.  Siswa dengan didampingi guru menjelaskan seputar pelajaran tentang menenun di SLB Negeri Oelamasi.  

Beberapa siswa menunjukkan keterampilan mereka menenun. Keterbatasan gerak fisik tidak membuat mereka kesulitan saat menenun. Tangan mereka lincah memindah-mindahkan letak benang dan kayu yang berfungsi merapikan benang dan motif tenunan.

Bunda Julie menatap satu per satu tenun siswa-siswa SLB Negeri Oelamasi itu. Dia tahu ini adalah aset penting bagi kehidupan anak-anak itu jika ditekuni sungguh-sungguh dan diberi akses pasar.
  

*****

Jalanan berbatu tanpa aspal dan menanjak tajam sepanjang sekitar lima kilometer harus dilalui untuk tiba di SLB Negeri Manekat di Niki-niki, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Bunda Julie terpaksa berpindah mobil karena buruknya kondisi jalan menuju SLB itu pada Sabtu, 14 Mei 2022.  

“Mobil yang dikendarai Bunda tidak mampu melewati jalan. Bunda berpindah ke mobil saya,” kata Weny  menggambarkan buruknya kondisi infrastruktur jalan.

“Saya bersyukur Bunda Julie mau lewati tantangan. Kalau seperti itu (kondisi jalan),  pasti orang tidak mau ke sana,” tutur Weny.

Saking buruknya kondisi jalan menuju SLB Negeri Manekat, para guru menitipkan sepeda motor mereka di rumah warga untuk kemudian berjalan kaki sejauh 5 kilometer untuk tiba di sekolah.

Jika hujan turun, maka jalan itu sama sekali tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. 

Weny menjelaskan, satu-satunya akses masuk ke sekolah yang bisa dilalui saat hujan adalah jalan setapak melintasi lahan kebun warga. Jalan alternatif ini berjarak sekitar 3 kilometer dari sekolah menuju jalan terdekat yang beraspal.

Bunda Julie tak mempersoalkan perjalanan berat itu.  Dia ingin segera tiba di SLB Manekat.

Para siswa dan guru SLB Negeri Manekat menyambut kedatangan Bunda Julie dengan tarian dan nyanyian. Mereka ingin memberi sedikit kelegaan dari perjalanan melelahkan dan beresiko.

Seperti halnya dengan SLB Negeri Oelamasi, SLB Negeri Manekat juga baru kali ini dikunjungi Ketua Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda NTT.

Ketua Penggerak PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat atau disapa Bunda Julie bernyanyi bersama siswa-siswa SLB Negeri Manekat, Niki-niki, Kabupaten TTS pada Sabtu, 14 Mei 2022. (Dok Tim Komunikasi Dekranasda NTT).

Bunda Julie kemudian berdialog dengan para siswa. Kepada satu siswa, Bunda Julie mengajak seorang siswa belajar berhitung.  Dengan sabar dia membimbing siswa perempuan itu menghitung.

Beberapa anak penyandang disabilitas menghibur Bunda Julie dan rombongan dengan menyanyikan lagu yang menyentuh hati:

“Hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan… jangan sia-siakan waktu yang Tuhan beri, hidup ini harus jadi berkat…”

Bunda Julie pun turut bernyanyi bersama para siswa yang menyanyikan lagu itu dengan antusias.

Di ruang kelas menenun, beberapa siswa sedang menenun. Istri Gubernur NTT ini kemudian memasuki kelas dan duduk bersila di lantai berdialog dengan siswa. Dia bertanya ke satu siswa tentang berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu lembar tenunan.

Mendengar jawaban “satu minggu”,  Bunda Julie berujar kagum: “ Satu minggu, ini lebih cepat dari orang normal.”

Menyaksikan kerapian tenunan siswa SLB ini, dia pun meminta siswa untuk menjaga kualitas. Bunda Julie pun memberikan kesempatan berupa akses pelatihan dan pasar untuk tenunan buah tangan siswa-siswa  SLB Negeri Manekat. Ini salah satu sinergisitas yang kerap ditawarkan Bunda Julie dalam memberdayakan perekonomian para pengrajin tenun NTT .

NTT merupakan provinsi yang boleh jadi paling kaya akan tenun  dengan  lebih dari 700 motif  yang bersumber dari 21 kabupaten dan kota. Dan berbagai upaya untuk menggali dan melestarikan motif tenun NTT ini masih berlangsung karena minimnya literasi. *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *