• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

HUT RI ke 76, Ketua DPRD NTT: Momentum Refleksi atas Ancaman Disintegrasi

Rita Hasugian by Rita Hasugian
5 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ketua-DPRD-Provinsi-NTT-Emelia-Julia-Nomleni-saat-diwawancara-KatongNTT-di-ruang-kerjanya-Rabu-4-Agustus-2021.-(Rita-Hasugian-KatongNTT.com)

Ketua-DPRD-Provinsi-NTT-Emelia-Julia-Nomleni-saat-diwawancara-KatongNTT-di-ruang-kerjanya-Rabu-4-Agustus-2021.-(Rita-Hasugian-KatongNTT.com)

0
SHARES
72
VIEWS

Ketua DPRD NTT Emelia Julia Nomleni menyatakan peringatan HUT RI ke 76 sebagai momentum refleksi diri dalam melihat kembali Indonesia.

“Bangsa ini anugerah Tuhan. Saya ingin mengatakan bahwa kita boleh berbicara apa saja, kita diberi kebebasan untuk melakukan apa saja. Tapi yang paling utama adalah apa hak kita untuk menggugat perjalanan bangsa ini,” kata Emelia kepada KatongNTT di ruang kerjanya, Rabu, 4 Agustus 2021.

BacaJuga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

13 Agustus 2026
Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

3 Juli 2026

“Padahal mestinya kita bersyukur bawah kita bisa sampai titik ini karena ada di belakang kita yang memperjuangkan,” ujar Emelia .

Tampil chic dengan mengenakan baju dinas krem dipadu rok panjang dari tenun etnis Boti serta sepatu sneaker warna senada, Emelia mengajak semua WNI untuk merefleksi diri sehubungan ancaman disintegrasi yang semakin terlihat.

Ancaman nyata di HUT RI ke 76 berupa separatisme dan radikalisme dengan tujuan mengubah dasar negara.

Tentang NTT masuk 4 provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia paling rendah, Emelia menilai hal itu akibat perlakuan diskriminasi selama bertahun-tahun.

Ketua DPRD NTT ini mengibaratkan perlakuan diskriminatif itu seperti ketidakhadiran orang tua untuk anaknya.

Sehingga jika saat ini pemerintah pusat memberikan dukungan kepada NTT, menurutnya itu bukan bantuan. Melainkan itu adalah hak warga NTT sebagai bagian dari Indonesia.

Politis Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini juga menilai standar pendidikan dan kesehatan secara nasional belum ada. Ini pula yang membuat pencapaian daerah tanpa standarisasi.

“Kita butuh standar nasional tentang capaian-capaian dari masing-masing daerah yang diikuti dengan penyediaan infrastruktur yang baik,” ujarnya.

Untuk itu semua, kata Ketua DPRD NTT ini, dibutuhkan pemimpin yang tidak hanya trampil dalam mengelola apa yang ada di daerahnya, tapi jauh lebih penting mengelolanya harus menggunakan hati nurani.

Hanya saja sulit menemukan pemimpin yang menggunakan nuraninya.

“Karena kita lebih banyak memikirkan kepintaran, kemampuan lebih tapi kita lupa melibatkan hati dalam melakukan pelayanan dari awal menyusun program sampai menetapkan anggaran,” tuturnya.

Menurut Ketua DPRD NTT ini, pemimpin yang menggunakan hati dalam menyusun program kerjanya, akan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan rakyatnya.

“Setiap pemimpin merefleksi: apa yang sudah saya lakukan pada rakyat saya. Pintar saja tidak cukup, kuat saja tidak cukup, tapi ada pada hati.” (Rita Hasugian)

Tags: #EmeliaJuliaNomleni#Hutrike76#Indekspembangunanmanusia2020#Ketuadprdprovinsintt#Radikalisme#Separatisme
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

by Rita Hasugian
13 Agustus 2026
0

KatongNTT – Suara Johanes Tenggas, 50 tahun datar menjawab pertanyaan tim transisi dari PT Flobamor, BUMD Provinsi NTT pada Senin,...

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

by KatongNTT
3 Juli 2026
0

Kupang –Suara tawa lepas lima perempuan lansia memenuhi ruang tamu rumah Pendeta emeritus Aplonia Mariana Mba’u-Lidda pekan terakhir April lalu....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati