Kupang – Kapolda NTT Johni Asadoma dalam konferensi pers membenarkan insiden pengrusakan dan pembakaran fasilitas polisi di Kota Kupang dipicu adanya kericuhan antar anggota di GOR Oepoi Kupang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, berikut kronologi ricuh yang meluas menjadi kerusuhan hingga dengan 7 kesepakatan bersama antara Polda NTT dan TNI.
1. Pertandingan final antara tim futsal Polda NTT melawan tim futsal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Pengamanan pertandingan bertempat di GOR Oepoi Kota Kupang oleh anggota POM Angkatan Darat. Pertandingan dimulai jam 21.00 WITA, Rabu 19 April 2023.
2. Anggota PM menegur pendukung dari Polda NTT yang turun ke area pertandingan. Pendukung dari Polda NTT terdiri dari anggota kepolisian dan terjadi selisih paham hingga bentrokan. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21:30 WITA.
Baca juga : Buntut Ricuh Final Futsal, Fasilitas Polda NTT Dirusak
3. Sekitar jam 22.00 WITA sekelompok orang berpakaian sipil berkumpul di GOR Oepoi Kupang. Pertandingan yang sempat terhenti tidak lagi dilanjutkan. Mereka meminta penonton lainnya meninggalkan stadion terkecuali anggota polri.
4. Berselang beberapa menit kemudian terjadi kericuhan hingga aksi saling lempar botol, helm maupun barang di dalam GOR.
5. Daniel Gebu, Kepala UPTD Sarana dan Prasarana Olah Raga pada pukul 22.40 WITA tiba di lokasi dan mendapati satu motor rusak di pintu utama GOR Oepoi Kupang. Pot bunga, pembatas tribun, dan beberapa fasilitas ditemukannya rusak.
Baca juga : Kapolda NTT Benarkan ‘Teror’ di Rumah Jabatan Pasca Pengrusakan Fasilitas Polisi
6. Ia berada di tempat kegaduhan itu hampir sejam hingga para beberapa satuan dari Brimob, Propam Polda NTT, tiba di lokasi untuk memulangkan dan mengamankan anggota yang ada di GOR Oepoi Kupang. Diketahui Denpom Kupang dan Piket Makorem serta Dandim 1604/Kupang juga mengamankan lokasi.
7. Sekitar jam 23.20 WITA sejumlah orang bersepeda motor dan menggunakan penutup wajah menyisir Jalan El Tari Kupang. Mereka merusak fasilitas di Pos Polisi Kanaan di Jalan Jendral Sudirman dan Pos Polisi LLBK di Jalan Siliwangi.

8. Sejumlah fasilitas lainnya seperti motor dan mobil dirusak dan dibakar. Rumah jabatan Kapolda NTT pun diserang hingga petugas piket melepaskan tembakan di udara beberapa kali. Kebakaran berlangsung dan sejumlah saksi mata menyebut kondisi ini mencekam hingga dengan 02.30 WITA, Kamis 20 April 2023.
9. TNI AU dan TNI AL segera melakukan apel jam 3 dini hari WITA pasca kabar kericuhan tersebut. Dipastikan anggota TNI tidak terlibat dalam insiden tersebut.
10. Pada saat yang sama Kapolda NTT Johni Asadoma berkoordinasi dengan TNI terkait insiden yang sudah terjadi.
11. Kapolda NTT bersama dengan perwakilan TNI AD, AU dan AL bertemu sejak jam 10.00 WITA.
Baca juga Begini Aksi Segerombolan Orang Picu Rusuh di dalam GOR dan di Pos Polisi LLBK Kota Kupang
12. Setelah pertemuan sekitar dari dua jam itu dilanjutkan dengan konferensi pers kepada media. Polda NTT dan TNI akan membentuk tim investigasi guna mencari anggota masing-masing yang terlibat insiden dan diproses hukum.
13. Sekira jam 16.00 WITA Kapolda NTT bersama dengan Kasrem 161/Wirasakti Kupang Kolonel Cpl Simon Petrus Kamlasi berpatroli bersama meninjau Pos pelayanan dan Pos Pengamanan Operasi Ketupat Turangga.
14. Kondisi Kota Kupang kembali kondusif hingga dengan Jumat 21 April 2023 selepas insiden tersebut.

Dalam pertemuan Polda NTT dan TNI dihasilkan 7 komitmen :
1. Pembentukan tim investigasi dari TNI-Polri
2. Akan menindak anggota TNI dan Polri. Penindakan akan diserahkan kepada masing-masing kesatuan.
3. Seluruh pos pengamanan Idul Fitri yang dirusak akan dibangun bersama oleh TNI dan Polri.
Baca juga : TNI – Polri Bentuk Tim Investigasi Usut Pengrusakan Fasilitas Polisi di Kupang
4. Penjagaan Pos pelayanan dan pengamanan Idul Fitri akan dilakukan bersama TNI maupun Polri.
5. Patroli gabungan dilakukan bersama guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
6. Imbauan lanjutan kepada anggota anggota TNI dan Polri untuk dapat bersinergi kembali dan tidak mudah terprovokasi.
7. Pihaknya akan memproses hukum, memanggil, dan memeriksa panitia yang tidak mengantongi izin penyelenggaraan pertandingan futsal tersebut.

Kapolda NTT Johni Asadoma sebelumnya menyebut tidak ada masyarakat sipil yang terdampak langsung kejadian tersebut. Sebanyak 4 orang personil terluka dan 3 dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara dan 1 personil di Rumah Sakit Wirasakti. Seluruh personil ini adalah anggota polisi.
Sedangkan kerusakan material yaitu 3 sepeda motor dan 1 mobil yang dibakar. 1 mobil juga dirusak. 3 pos pengamanan Idul Fitri juga rusak. Ia menyebut pengrusakan juga dilakukan terhadap pos pelayan dan pengamanan Idul Fitri.Ini sebagai aksi spontan pengrusuh.
“Ini spontanitas anggota kalau bisa saya simpulkan di situ, tidak mungkin ada mobilisasi anggota untuk menyerang anggota polisi,” kata dia.
Kejadian ini menurutnya terbilang ringan karena pengrusuh tidak melibatkan senjata api maupun senjata tajam. Johni juga mengungkapkan saat ini Ditpropam tengah memeriksa 2 anggota terkait kejadian ini. *****




