• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Laboratorium Tes PCR Kota Kupang Dijadwalkan Beroperasi Oktober Ini

Rita Hasugian by Rita Hasugian
5 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Laboratorium-tes-PCR-Pemkot-Kupang-akan-berinduk-di-RSUD-S.K.-Lerik (Ra-KatongNTT.com)

Laboratorium-tes-PCR-Pemkot-Kupang-akan-berinduk-di-RSUD-S.K.-Lerik (Ra-KatongNTT.com)

0
SHARES
130
VIEWS

Laboratorium tes PCR milik Pemerintah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur akan melakukan uji coba pemeriksaan sampel. Uji coba ini untuk memastikan keakuratan hasil laboratorium tersebut.

Tahap ini sebagai validasi pemeriksaan Laboratorium tes PCR dengan menggunakan 30 sampel yang mana 20 sampel positif dan 10 sampel lainnya negatif.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya akan memeriksa kembali hasil uji coba laboratorium tes PCR Pemkot Kupang.

BBTKLPP Surabaya diketahui sebagai lembaga yang membantu Pemkot Kupang mengurus izin laboratorium tersebut.

“Nanti mereka lakukan pemeriksaan lalu crosscheck hasilnya ke BBTKL apakah sesuai tidak. Jadi error rate-nya tidak boleh lebih dari 5 persen,” kata Retnowati, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang di ruang kerjanya, Selasa, 21 September 2021.

Menurut Retnowati, sebanyak 30 sampel dengan keterangan nama dan status positif dan negatif Covid-19 ini akan diacak. Kemudian diperiksa laboratorium tes PCR Pemkot Kupang.

Pengujian ini dilakukan untuk melihat hasil dari pemeriksaan laboratorium tes PCR ini apakah cocok dengan status sebenarnya, positif dan negatif Covid-19. Untuk mendapatkan second opinion maka hasil tes dikirim ke Kementerian Kesehatan agar mendapati hasil yang valid.

“Kita lihat sama tidak hasilnya. Misalkan Murniati negatif, Siti positif, benar tidak uji sampel hasilnya seperti itu,” tambah dia.

Setelah uji coba dengan 30 sampel ini berhasil, maka tinggal menunggu izin operasional laboratorium tes PCR keluar. Setelah izin keluar, laboratorium milik Pemkot Kupang dapat melayani masyarakat.

Uji coba pemeriksaan sampel ini diperkirakan berlangsung dua hari dimulai pada Selasa ini, 21 September 2021. Hasil pemeriksaannya dikirim ke pusat.

Jika semua error rate-nya sudah benar dan tidak ada kesalahan maka semua tahapan uji coba laboratorium tes PCR telah berhasil dilalui.

Retnowati memperkirakan paling lama awal Oktober2021 laboratorium tes PCR milik Kota Kupang beroperasi. Tentunya setelah pihaknya mendapatkan izin NAR (New All Records) dari Kementerian Kesehatan.

Laboratorium tes PCR ini akan berinduk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S. K. Lerik Kota Kupang.

Retnowati menyebut dalam sehari pemeriksaan dapat berjalan untuk 98 sample selama 12 jam kerja. Layanan ini gratis bagi orang yang masuk dalam tracing. (Ra)

Tags: #BalaiBesarTeknikKesehatanLingkungandanPengendalianPenyakit#Covid-19#Kotakupang#LaboratoriumtesPCR#RSUDSKLERIK#Tespcr
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati