Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dikabarkan meminta tambahan dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk pengembangan udang nasional. Sejalan dengan itu, upaya mendorong investasi swasta harus terus ditingkatkan. Tambak udang di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang pernah dibahas Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun belum terdengar kelanjutannya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta anggaran kepada Kemenkeu untuk membuat tambak udang.
Baca : KKP Perlu Perjelas Sumber Dana Investasi Udang Rp 7,5 Triliun di Sumba Timur
“Sekarang ini katanya tadi berkali-kali telepon saya karena sudah mulai panen parsial yang Bapak Presiden Jokowi sendiri sempat hadir untuk memberikan peresmian terhadap tambak udang lebih dari 60 hektar dari 100 hektar,” ujar Sri Mulyani dalam acara Rakornas Pelaksanaan Anggaran 2023 pada Rabu (17/5/2023).
Sri Mulyani memberi apresiasi atas produksi udang di Kebumen, Jawa Tengah. Namun, dia berujar, jangan sampai pemerintah mengambil alih peranan dari swasta maupun masyarakat, sebagai pelaku pasar. Peran pemerintah, kata dia, memfasilitasi masyarakat dan swasta agar dapat mengoptimalkan potensi perikanan.
Baca : Malaysia dan Singapura Lirik NTB, Minat Investor Udang ke NTT Masih Minim
Permintaan itu bisa dimaklumi karena KKP mengejar target produksi udang 2 juta ton di 2024 sesuai dengan arahan Jokowi. Untuk itu, dalam sejumlah kesempatan, pihak KKP menyampaikan perlu dana sekitar Rp 365 triliun. Salah satu tambak integrated shrip farming akan dibangun di Sumba Timur.
“Sulit menargetkan peningkatan produksi udang jika tidak ada insentif dan dukungan dana. Dana APBN terbatas dan tentu ada prioritas lainnya. Bisa jadi rencana pembangunan sejumlah tambak udang modern akan tertunda,” ujar M Karim, pengamat bisnis maritim di Jakarta, Senin (22/5/2023).
Dikatakan, jika target yang dicanangkan maka seluruh jajaran pemerintah harus mencari alternatif pendanaan dan tidak bertumpu pada APBN.
Seperti diketahui, tambak udang di Sumba Timur seharusnya sudah mulai dibangun. Ketika meresmikan tambak budidaya udang berbasis kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, Jokowi menyebutkan desain untuk Sumba Timur sudah selesai.
“Sebentar lagi kita akan mulai lagi 1.800 hektare di Waingapu, NTT. Ini desain perencanaan sudah selesai,” kata Jokowi di Kebumen, Kamis (9/3/2023).
Baca : Butuh 5.000 Karyawan, Jokowi Sebut Desain Tambak Udang Sumba Timur Selesai
Dia mengatakan, tambak budi daya udang di Waingapu rencananya akan mencontoh yang sudah ada di Kebumen. “Ini di-copy dibuat di sana (Waingapu, Sumba Timur, Red). Kita harapkan itu akan menjadi sebuah kawasan yang terintegrasi, ada tambak udangnya, ada industri pakannya, ada industri untuk turunan dari udang-udang yang dipanen,” paparnya.
Dengan keterbatasan dana tersebut, perkembangan tambak udang di Sumba Timur yang bakal menyerap 5.000 tenaga kerja diprediksi mengalami hambatan. [Anto]




