• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Desember 5, 2025
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

November Tanpa Hujan, 11 Daerah di NTT Berstatus Awas Kekeringan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
November Tanpa Hujan, 11 Daerah di NTT Berstatus Awas Kekeringan
0
SHARES
64
VIEWS

Kupang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan 11 kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berstatus Awas Kekeringan.

Status Awas ini ditetapkan atas analisa Hari Tanpa Hujan (HTH) yang bakal berlangsung selama 60 hari berturut-turut. Dengan kata lain, ada beberapa daerah di NTT yang bakal tak merasakan hujan selama dasarian I dan II di bulan November ini.

BacaJuga

Erasmus Frans Mandato dijerat pasal 28 ayat 3 UU ITE tentang berita bohong atas kritikannya yang diposting di akun FB miliknya tentang penutupan akses jalan desa menuju pantai Bo'a di Rote Barat oleh PT Bo'a Development yang menidirikan hotel Nihi Rote. Pemda Rote tidak mempersoalkan penutupa jalan yang dibangun menggunakan APBD. (Goodkind.id)

Erasmus Dijerat UU ITE Lantaran Kritik Jalan ke Pantai Bo’a Rote Ditutup

12 September 2025
Rudolfus Oktavianus Ruma atau disapa Vian Ruma, pengurus Koalisi Kopi wilayah Nagekeo, NTT.

Upaya Mengungkap Sebab Kematian Vian Ruma, Guru juga Aktivis Lingkungan

11 September 2025

Baca juga : 11 Wilayah NTT Tak Akan Hujan Untuk Waktu Lama

Hasil analisa Stasiun Klimatologi NTT per 31 Oktober 2023 menyebut daerah berstatus Awas ini adalah Belu, Ende, Kupang, Kota Kupang, Malaka, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sikka, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU).

Kepala Stasiun Klimatologi NTT, Rahmatulloh Adji, menegaskan soal kewaspadaan masyarakat dan pemerintah perihal ancaman bencana kekeringan yang akan berdampak pada sistem pertanian, kebakaran lahan, maupun pengurangan ketersediaan air tanah.

Baca juga : Bukan Daerah Terpanas di Indonesia, NTT Masih Waspada Hujan Lebat

“Ini bisa berdampak pada kelangkaan air bersih,” tukasnya dikutip dari keterangan yang diterima Kamis 9 November 2023.

Adji pun merinci status Awas per kecamatan dari hasil pengamatan BMKG ini. Untuk di Belu hanya terjadi di Kecamatan Raimanuk. Kabupaten Ende terjadi di Kecamatan Lio Timur, Ndori dan Wolowaru. Untuk Kabupaten Kupang di Kecamatan Amarasi Barat, Amarasi Selatan, Kupang Barat, Nekamese, Semau, Semau Selatan dan Taebenu.

Untuk Kabupaten Sikka yaitu di Kecamatan Bola, Lela, Mego dan Paga. Kabupaten Sumba Timur terjadi di Kecamatan Kahunga Eti, Katala Hamu Lingu, Pandawai, Rindi dan Umalulu. Untuk Kabupaten TTS di Kecamatan Amanatun Utara, Boking, Kok Baun, Nunkolo, Santian dan Toianas. Sementara TTU di Kecamatan Biboki Tan Pah, Biboki Utara dan Isana.

Baca juga : BMKG Imbau Warga NTT Mulai Hemat Air Bersih

Sedangkan Kabupaten Malaka, Rote Ndao, Sabu Raijua dan Kota Kupang terjadi hampir di seluruh kecamatan yang ada di masing-masing daerah tersebut.

Ada pula 1 daerah yang berstatus Siaga sebab berpeluang tak mengalami hujan lebih dari 31 hari. Daerah tersebut adalah Kecamatan Rinhat di Kabupaten Malaka. ****

Tags: #11kabupatenawaskekeringan#BMKGNTT#kekeringandintt#Novembertanpahujan#StaklimNTT#stasiunklimatologikelasIIkupang
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erasmus Frans Mandato dijerat pasal 28 ayat 3 UU ITE tentang berita bohong atas kritikannya yang diposting di akun FB miliknya tentang penutupan akses jalan desa menuju pantai Bo'a di Rote Barat oleh PT Bo'a Development yang menidirikan hotel Nihi Rote. Pemda Rote tidak mempersoalkan penutupa jalan yang dibangun menggunakan APBD. (Goodkind.id)

Erasmus Dijerat UU ITE Lantaran Kritik Jalan ke Pantai Bo’a Rote Ditutup

by Rita Hasugian
12 September 2025
0

 Kupang –  Erasmus Frans Mandato menuangkan kritikan terhadap Pemerintah Daerah Rote Ndao dan PT Bo’a Development terhadap penutupan akses jalan...

Rudolfus Oktavianus Ruma atau disapa Vian Ruma, pengurus Koalisi Kopi wilayah Nagekeo, NTT.

Upaya Mengungkap Sebab Kematian Vian Ruma, Guru juga Aktivis Lingkungan

by Rita Hasugian
11 September 2025
0

Kupang –  Penyebab kematian Rudolfus Oktavianus Ruma atau disapa Vian Ruma, seorang guru dan pengurus Koalisi Kelompok Orang Muda untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati