• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

NTT Cegah Antraks Sebelum Jatuh Korban

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
NTT Cegah Antraks Sebelum Jatuh Korban

Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang memastikan mulut sapi tidak memiliki gejala penyakit berbahaya. (Putra Bali Mula - KatongNTT)

0
SHARES
56
VIEWS

Kupang – Antraks mewabah di Gunungkidul, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, dan menelan korban jiwa. Beberapa warga diketahui meninggal dunia usai mengonsumsi daging dari sapi yang mati mendadak.

Nusa Tenggara Timur (NTT) sendiri masih bebas dari antraks karena pengawasan di pintu-pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan diperketat selama ini.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Kupang menegaskan pencegahan masuknya penyakit berbahaya seperti ini sudah diperketat saat merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Indonesia.

Baca juga : Kepala Karantina Sebut NTT Berpeluang Ekspor Jagung dan Daging, Ini Syaratnya

Kepala BKP Kupang, Yulius Umbu Hunggar, mengatakan NTT yang masih bebas dari antraks akan tetap dijaga agar tidak ada korban baik manusia dan ternak.

“Tidak ada temuan kasus seperti itu di wilayah NTT sejauh ini,” jawab Yulius saat diwawancarai, Jumat 7 Juli 2023.

Baca juga : Rabies di NTT, Organisasi Kesehatan Hewan Dunia Turun Tangan

Yulius menyampaikan ini saat meninjau 1.200 ekor sapi yang melalui masa karantina di Instalasi Karantina Pertanian BKP Kupang. Seluruh ternak ini akan dikirim ke Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.

Ia menegaskan Provinsi NTT selama ini sudah tegas melarang masuknya hewan dari wilayah yang ditemukan berbagai kasus yang membahayakan ternak dan manusia.

NTT juga menutup masuknya ternak potong seperti sapi, kerbau, domba dan kuda maupun produk turunannya. Ternak yang berbahaya sebagai pembawa penyakit berbahaya termasuk antraks juga sangat dilarang dibawa ke NTT.

Baca juga : Australia Bantu NTT Alat Canggih Mampu Mendeteksi 82 Virus Pada Ternak

“Ada berbagai macam penyakit kita antisipasi dengan menutup pintu masuk, tidak membolehkan masuknya hewan ternak maupun produknya ke NTT. Aturan dan rujukannya harus ada,” tanggap Yulius.

Selain pencegahan, pemeriksaan hewan juga rutin dilaksanakan saat karantina selama 14 hari sebelum sapi diantar-pulaukan. Untuk antraks dilakukan pemeriksaan secara klinis. Berbagai penyakit juga dideteksi termasuk PMK.

Hewan dengan ciri antraks yang spesifik, jelas Yulius, seperti adanya darah yang keluar dari hidung ternak, luka pada kulit dan diare darah.

“Belum ada temuan kasus yang berkaitan dengan antraks. Mudah-mudahan tidak ditemukan. NTT masih sehat dari antraks maupun penyakit berbahaya lain,” ungkap dia. ****

Tags: #antraks#BalaiKarantinaPertanianKupang#CegahantraksmasukNTT#penyakitmulutdankuku#PMKdiNTT
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati