• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 28, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

Australia Bantu NTT Alat Canggih Mampu Mendeteksi 82 Virus Pada Ternak

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Serah terima alat deteksi virus pada ternak (LAMP) dari CEO AIP PRISMA, Nina FitzSimons kepada Pemerintah NTT diwakili Wakil Gubernur Josef Nae Soi di ruang rapat Gubernur, Selasa, 7 Februari 2023. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

Serah terima alat deteksi virus pada ternak (LAMP) dari CEO AIP PRISMA, Nina FitzSimons kepada Pemerintah NTT diwakili Wakil Gubernur Josef Nae Soi di ruang rapat Gubernur, Selasa, 7 Februari 2023. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

0
SHARES
139
VIEWS

Kupang – Pemerintah Australia melalui program PRISMA dan AIHSP menghibahkan Provinsi NTT alat canggih yang bisa mendeteksi 82 jenis virus pada ternak. Alat tersebut adalah Lool Mediated Isothermal Amplification (LAMP) sebanyak tiga unit yang akan ditempatkan di Pulau Timor, Pulau Sumba dan Flores.

Penyerahan ini dilakukan di Kantor Gubernur NTT dan diterima oleh Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi pada Selasa 7 Februari 2022.

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

Nina FitzSimons selaku Chief Executive Officer (CEO) PRISMA menyebut dua minggu ke depan akan didatangkan pelatih dari Australia yang difasilitasi pihaknya. Pegawai NTT akan dilatih untuk menggunakan alat tersebut.

“Akan dilatih petugas pengumpul sampel dan pemakaian alat ini. Alat ini sangat mudah sebenarnya,” jelas dia.

Baca juga: Peternak Merugi, Harga Jual Babi Turun 50 Persen Akibat Virus ASF

Secara teknis penggunaannya, sampel yang diambil kemudian dicampur bahan khusus, dikondisikan dalam suhu tertentu, lalu dianalisa sekitar 45 menit. Satu reagen saja, kata dia, cukup digunakan untuk memeriksa sampel 10 ekor babi.

“Setelah itu baru bisa kita dapatkan hasilnya dan 100 persen akurat,” tukasnya.

Pemerintah Australia juga akan memberikan strip reagen selama beberapa tahun mendatang dan setelahnya diharapkan pemerintah NTT dapat melakukan pengadaan sendiri.

Ia berharap alat tersebut dijaga keberlanjutannya sehingga NTT akan dilatih cara memakai dan merawat alat ini.

“Perusahaan dari Australia juga akan melatih petugas pemerintah untuk maintenance karena untuk apa ada hibah alat kalau tidak dirawat. Jadi semua pengetahuan harus dimiliki sumberdaya NTT,” tegas Nina.

Ia menyebut alat ini hanya dihibahkan khusus untuk NTT saja dan dapat mendeteksi 82 jenis virus semua ternak termasuk rabies.

“Alat ini bisa membantu pemerintah untuk bereaksi dan mencegah penyakit,” lanjut Nina.

Menurutnya, ASF yang sebelumnya menular dengan cepat diharapkan ke depannya dapat lebih cepat dicegah dengan alat ini.

PRISMA sendiri bekerja sama dengan pemerintah Australia dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan dari peternak NTT.

“Karena kita lihat ASF menghancurkan pasar dari babi hingga dengan lebih dari 50 persen babi meninggal oleh karena ASF,” imbuhnya.

Baca juga: Begini Cara Menghitung Kerugian Akibat Virus AFS Tewaskan Ratusan Babi di NTT

Untuk itu pemerintahnya secara strategis mencari solusi pencegahan bagi Pemerintah NTT yaitu dengan memberikan alat deteksi cepat.

Selama ini NTT yang adalah daerah maritim secara geografis sangatlah terbatas dalam mengakses laboratorium.

“Oleh karena itu kita tempatkan tiga alat di pulau-pulau besar di NTT ini karena alat ini juga bisa dibawa seperti lab mobile. Ini menjadi sangat inovatif,” jelas dia.

PRISMA sendiri telah bekerja sama selama 9 tahun di NTT dan tahun ini merupakan yang terakhir. Ia menyebut ada 900 ribu peternakan babi skala kecil di NTT dan pihaknya melihat ini sebagai bagian dari budaya NTT.

Pihaknya juga bergerak di beberapa bidang pada peternakan seperti pakan, perbaikan kualitas pembibita,n dan manajemen kesehatan hewan.

Ia menyayangkan bila ASF terjadi di NTT sehingga perlu pencegahan penyebaran virus ini dengan efisien dan hemat biaya.

PRISMA dan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) sendiri berharap adanya alokasi dari pemerintah NTT terkait peningkatan kapasitas SDM terutama laboratorium. Begitu juga tenaga lapangan, pengadaan reagen dan test kit, lalu terus melakukan sosialisasi ke depannya.

John Leigh selaku Program Director Australia-Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) juga mendukung hal ini. Menurutnya, ASF yang terjadi signifikan di NTT tahun sebelumnya menjadi tantangan ekonomi yang sangat berpengaruh. Sehingga AIHSP mendukung PRISMA.

Baca juga: Pulau Flores dan Lembata Belum Bebas Rabies Sejak 1997, Ini Penyebabnya

Ia menyebut adanya prioritas program AISHP yang akan dilakukan adalah di Sumba Barat Daya, Belu, Manggarai Barat dan Alor. Dan perlu deteksi yang sangat akurat sejak dini maka untuk itu pihaknya bekerjasama sama dan saling mendukung.

Lulu Wardhani Rural mewakili Development Unit Manager DFAT mendukung PRISMA dalam pencegahan penyakit pada ternak di NTT.

“Tiga alat diharapkan bermanfaat untuk penindakan yang cepat karena telah memiliki alat deteksi ini,” ungkapnya.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, menyebut NTT memiliki populasi babi terbesar di Indonesia. Pada tahun 2020, penularan cepat virus ASF di NTT mengakibatkan kematian lebih dari 500 ribu ekor babi.  Kerugian ekonomi yang sangat besar bagi peternak dan rumah tangganya.

Alat senilai Rp 1,4 miliar ini diharapkannya dapat mendukung Pemerintah NTT dalam upaya pemulihan sektor babi di Provinsi NTT mengingat diagnosis dapat dilakukan lebih cepat.

“Sehingga ke depan tindakan pengendalian dapat segera dilakukan,” sebut Josef. (Putra Bali Mula)

Tags: #AIPPRISMA#Australia#Babi#JosefNaeSoi#LAMP#NTT#Pendeteksiviruspadaternak#Rabies#virusASF#WakilGubernurNTT
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati