• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

NTT Kirim 1.650 Ekor, Impor Sapi Jadi Ancaman Perusahaan Domestik

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
600 Sapi NTT Siap ke Kepri, Kementan Ajukan 19 Importir Daging Kerbau

Ilustrasi sapi (Ist)

0
SHARES
64
VIEWS

Kupang – Balai Karantina Pertanian Kupang mencatat sebanyak 1.650 ekor sapi dikirim dari Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tiga provinsi yaitu DKI Jakarta, Riau, dan Kalimantan Selatan.

“Ada 1.650 ekor sapi dikirim ke tiga wilayah yaitu Jakarta, Pekanbaru, dan Banjarmasin, masing-masing sebanyak 550 ekor,” kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang Yulius Umbu Hunggar dalam keterangan yang diterima di Kupang, NTT.

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

Dikatakan, sapi-sapi itu dimuat dan dikirim dari Pelabuhan Laut Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan Pelabuhan Tenau, Kota Kupang.

Proses pengiriman, kata dia, berlangsung bertahap menggunakan beberapa kapal yaitu KM Asia Pasifik, KM Camara Nusantara 4, dan KM Camara Nusantara 2.

Ia mengatakan pengiriman sapi itu untuk memenuhi permintaan kebutuhan di daerah tujuan terutama untuk menyambut momentum Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. “Secara keseluruhan sudah ada 13.000 ekor hewan yang dikirim dari NTT untuk kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia pada momentum bulan Ramadhan ini,” katanya seperti ditulis Antara, Jumat (15/4/2023).

Secara terpisah, sejumlah perusahaan sapi nasional (feedloter) terus berupaya agar bisa bertahan dalam bisnis tersebut. Bahkan, ada yang meminta perlindungan pada pemerintah untuk mencegah semakin banyak perusahaan peternakan sapi lokal gulung tikar.

Data yang dihimpun menyebutkan sudah ada sekitar 5 feedloter yang bangkrut dari 45 feedloter yang terdaftar di seluruh Indonesia sejak masuknya daging beku impor ke Tanah Air.  Selain itu, tingginya ketergantungan Indonesia terhadap sapi Australia membuat pengusaha dalam negeri mau tak mau mengikuti harga jual yang ditetapkan para pedagang dari negeri Kangguru itu.

Padahal, hadirnya daging beku impor tak menyerap tenaga kerja.

Direktur Corporate Affairs Great Giant Foods (GGF) Welly Soegiono belum lama ini menegaskan jika semakin banyak feedloter tutup, maka semakin banyak daging beku yang masuk, bukan sapi hidup, sehingga lapangan kerja menjadi sangat terbatas. Selain itu, rumah potong hewan (RPH) juga terancam ikut musnah lantaran pasokan sapi hidup kian berkurang akibat adanya daging beku impor. [CR/SP]

Tags: #Daging#impor#Karantina#Sapi#sapidarintt
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati