Kupang – Balai Karantina Pertanian Kupang mencatat sebanyak 1.650 ekor sapi dikirim dari Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tiga provinsi yaitu DKI Jakarta, Riau, dan Kalimantan Selatan.
“Ada 1.650 ekor sapi dikirim ke tiga wilayah yaitu Jakarta, Pekanbaru, dan Banjarmasin, masing-masing sebanyak 550 ekor,” kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang Yulius Umbu Hunggar dalam keterangan yang diterima di Kupang, NTT.
Dikatakan, sapi-sapi itu dimuat dan dikirim dari Pelabuhan Laut Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan Pelabuhan Tenau, Kota Kupang.
Proses pengiriman, kata dia, berlangsung bertahap menggunakan beberapa kapal yaitu KM Asia Pasifik, KM Camara Nusantara 4, dan KM Camara Nusantara 2.
Ia mengatakan pengiriman sapi itu untuk memenuhi permintaan kebutuhan di daerah tujuan terutama untuk menyambut momentum Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. “Secara keseluruhan sudah ada 13.000 ekor hewan yang dikirim dari NTT untuk kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia pada momentum bulan Ramadhan ini,” katanya seperti ditulis Antara, Jumat (15/4/2023).
Secara terpisah, sejumlah perusahaan sapi nasional (feedloter) terus berupaya agar bisa bertahan dalam bisnis tersebut. Bahkan, ada yang meminta perlindungan pada pemerintah untuk mencegah semakin banyak perusahaan peternakan sapi lokal gulung tikar.
Data yang dihimpun menyebutkan sudah ada sekitar 5 feedloter yang bangkrut dari 45 feedloter yang terdaftar di seluruh Indonesia sejak masuknya daging beku impor ke Tanah Air. Selain itu, tingginya ketergantungan Indonesia terhadap sapi Australia membuat pengusaha dalam negeri mau tak mau mengikuti harga jual yang ditetapkan para pedagang dari negeri Kangguru itu.
Padahal, hadirnya daging beku impor tak menyerap tenaga kerja.
Direktur Corporate Affairs Great Giant Foods (GGF) Welly Soegiono belum lama ini menegaskan jika semakin banyak feedloter tutup, maka semakin banyak daging beku yang masuk, bukan sapi hidup, sehingga lapangan kerja menjadi sangat terbatas. Selain itu, rumah potong hewan (RPH) juga terancam ikut musnah lantaran pasokan sapi hidup kian berkurang akibat adanya daging beku impor. [CR/SP]




