Nyanyian Nafsiah Mboi: Partisipatif dan Inklusif Beri Hasil Lebih Baik

Buku biografi Nyanyian Nafsiah Mboi diluncurkan hari Selasa, 15 Juni 2022 di Jakarta.(Heri Soba--KatongNTT.com)

Buku biografi Nyanyian Nafsiah Mboi diluncurkan hari Selasa, 15 Juni 2022 di Jakarta. (Heri Soba--KatongNTT.com)

Jakarta – Menteri Kesehatan 2012-2014 Nafsiah Mboi menuangkan kisah hidupnya yang berliku dalam sebuah buku biografi ”Nyanyian Kehidupan Nafsiah Mboi”. Banyak nilai dan prinsip yang menjadi panutan selama perjalanan memperjuangkan kesehatan dan kesejahteraan Indonesia, terutama masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya adalah semua yang bersifat partisipatif dan inklusif hasilnya pasti lebih baik.

Demikian disampaikan Nafsiah Mboi ketika menjelaskan perjalanan hidupnya dalam peluncuran buku ”Nyanyian Kehidupan Nafsiah Mboi” di Jakarta, Selasa (14/6/2022). Hadir dari kalangan keluarga, para sahabat dan kolega, sejumlah tokoh pemerintahan dan aktivis kemasyarakatan.

Secara khusus Bu Naf, sapaan akrabnya, memberikan buku kepada sahabat dan koleganya yakni Martha Tilaar, Saparinah Sadli dan Aburizal Bakrie, mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat 2005-2009.

Dia menjelaskan nilai dan prinsip hidup yang dilakoni sejak menjadi dokter muda, kemudian mendampingi Ben Mboi sebagai Gubernur NTT 1978-1988. Berlanjut dengan sejumlah karir dan pengabdian dalam kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, kemudian menjadi Menteri Kesehatan hingga menapaki karir internasional di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Salah satu prinsip dalam hidup saya, pengalaman dari NTT atau di mana saja menunjukkan bahwa semua yang bersifat partisipatif dan inklusif hasilnya lebih baik,” katanya.

Bu Naf juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut berkontribusi dalam perjalanan hidupnya. Secara khusus dia mengenang suami dan sahabatnya, Ben Mboi yang merupakan duet yang sangat serasi dalam keluarga dan masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih yang luar biasa. Hati saya penuh syukur karena dikelilingi cinta, keluarga, dan sahabat dari berbagai generasi yang telah menemani dalam perjalanan hidup saya. Demikian juga untuk almarhum Ben Mboi, sahabat yang 50 tahun setia berduet dengan saya,” ucapnya.

Maria Hartiningsih, satu dari beberapa penulis buku, menyampaikan bahwa buku biografi ini sangat relevan dibaca semua kalangan. Buku tersebut menyajikan kisah kegigihan dan ketulusan seorang Nafsiah Mboi yang bekerja dalam memperjuangkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, terutama di NTT.

“Bu Naf hadir untuk melengkapi pekerjaan Pak Ben. NTT dan Indonesia perlu bersyukur atas berbagai pengabdian yang luar biasa,” ujarnya.
Meski berdarah Bugis, Nafsiah mengaku mencintai NTT dan menjadi dokter spesialis anak pertama yang melayani masyarakat di sana. [Heri]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *