• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 28, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Nyanyian Nafsiah Mboi: Partisipatif dan Inklusif Beri Hasil Lebih Baik

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Buku biografi Nyanyian Nafsiah Mboi diluncurkan hari Selasa, 15 Juni 2022 di Jakarta.(Heri Soba--KatongNTT.com)

Buku biografi Nyanyian Nafsiah Mboi diluncurkan hari Selasa, 15 Juni 2022 di Jakarta. (Heri Soba--KatongNTT.com)

0
SHARES
140
VIEWS

Jakarta – Menteri Kesehatan 2012-2014 Nafsiah Mboi menuangkan kisah hidupnya yang berliku dalam sebuah buku biografi ”Nyanyian Kehidupan Nafsiah Mboi”. Banyak nilai dan prinsip yang menjadi panutan selama perjalanan memperjuangkan kesehatan dan kesejahteraan Indonesia, terutama masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya adalah semua yang bersifat partisipatif dan inklusif hasilnya pasti lebih baik.

Demikian disampaikan Nafsiah Mboi ketika menjelaskan perjalanan hidupnya dalam peluncuran buku ”Nyanyian Kehidupan Nafsiah Mboi” di Jakarta, Selasa (14/6/2022). Hadir dari kalangan keluarga, para sahabat dan kolega, sejumlah tokoh pemerintahan dan aktivis kemasyarakatan.

Secara khusus Bu Naf, sapaan akrabnya, memberikan buku kepada sahabat dan koleganya yakni Martha Tilaar, Saparinah Sadli dan Aburizal Bakrie, mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat 2005-2009.

Dia menjelaskan nilai dan prinsip hidup yang dilakoni sejak menjadi dokter muda, kemudian mendampingi Ben Mboi sebagai Gubernur NTT 1978-1988. Berlanjut dengan sejumlah karir dan pengabdian dalam kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, kemudian menjadi Menteri Kesehatan hingga menapaki karir internasional di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Salah satu prinsip dalam hidup saya, pengalaman dari NTT atau di mana saja menunjukkan bahwa semua yang bersifat partisipatif dan inklusif hasilnya lebih baik,” katanya.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Bu Naf juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut berkontribusi dalam perjalanan hidupnya. Secara khusus dia mengenang suami dan sahabatnya, Ben Mboi yang merupakan duet yang sangat serasi dalam keluarga dan masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih yang luar biasa. Hati saya penuh syukur karena dikelilingi cinta, keluarga, dan sahabat dari berbagai generasi yang telah menemani dalam perjalanan hidup saya. Demikian juga untuk almarhum Ben Mboi, sahabat yang 50 tahun setia berduet dengan saya,” ucapnya.

Maria Hartiningsih, satu dari beberapa penulis buku, menyampaikan bahwa buku biografi ini sangat relevan dibaca semua kalangan. Buku tersebut menyajikan kisah kegigihan dan ketulusan seorang Nafsiah Mboi yang bekerja dalam memperjuangkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, terutama di NTT.

“Bu Naf hadir untuk melengkapi pekerjaan Pak Ben. NTT dan Indonesia perlu bersyukur atas berbagai pengabdian yang luar biasa,” ujarnya.
Meski berdarah Bugis, Nafsiah mengaku mencintai NTT dan menjadi dokter spesialis anak pertama yang melayani masyarakat di sana. [Heri]

Tags: #BenMboi#Bukubiografi#Nafsiah Mboi#NyanyianNafsiahMboi
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati