• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Padma Dukung Kenaikan BBM Asalkan Mafia Migas Diberantas

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pengendara sepeda motor mengisi BBM subsidi di SPBU di Kota Kupang sebelum kenaikan harga BBM (Joe-KatongNTT)

Pengendara sepeda motor mengisi BBM subsidi di SPBU di Kota Kupang sebelum kenaikan harga BBM (Joe-KatongNTT)

0
SHARES
42
VIEWS

“Hari ini kita telah memulai pembagian BLT BBM yang diberikan kepada masyarakat selama empat bulan.”

Kupang – Ketua Dewan Pembina Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdaimaian (PADMA) Indonesia, Gabriel Goa menyebut, kenaikan harga BBM wajib didukung. Syaratnya, aparat negara harus tegas memberantas mafia migas dan spekulannya.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

“Asalkan negara harus tegas memberantas mafia migas dan spekulan-spekulan yang menaikkan harga barang. Sehingga membebankan daya beli wong cilik,” kata Gabriel kepada KatongNTT, Rabu, 7 September 2022.

Gabriel menyatakan, PADMA telah bekerja sama dengan KOMPAK Indonesia (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi) melakukan investigasi. Pihaknya pun telah melaporkan resmi ke KPK RI terkait dugaan kuat mafia migas ikut andil dalam mempermainkan kelangkaan gas saat pandemi COVID.

Tidak menutup kemungkinan mafia migas ini ikut bermain dalam mempengaruhi masyarakat untuk melakukan aksi politik melawan kebijakan pemerintah terkait kenaikan BBM bersubsidi.

“Kami dari PADMA Indonesia dan KOMPAK Indonesia mendesak Presiden Jokowi mendukung langkah KPK RI untuk menangkap dan memproses hukum mafioso Migas. Salah satunya di Blok Migas Jatinegara, Bekasi, Jawa Barat,” jelasnya.

Baca Juga: Harga BBM Resmi Naik, Pemerintah Salurkan BLT Rp 12, 4 T Pekan Depan

Tuntutan kedua mereka ialah pemerintah harus gencar memproduksi energi alternatif non migas sehingga masyarakat tidak bergantung pada migas.

Ketiga, mendesak Presiden Jokowi dan jajarannya untuk tidak terjebak pada permainan mafioso migas yang mengatasnamakan rakyat melakukan aksi protes melalui mahasiswa dan buruh. Alasannya, para mafioso ini mau tetap merampok BBM bersubsidi yang membebankan keuangan negara.

Presiden Jokowi menyebut akan memberi Bantuan Langsung Tunai (BLT) selama empat bulan kepada masyarakat kurang mampu sehubungan kenaikan BBM.

Dilansir dari Kemensetneg RI, sejak 31 Agustus lalu, Presiden telah lebih dulu membagikan BLT di Kantor Pos Cabang Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Hari ini kita telah memulai pembagian BLT BBM yang diberikan kepada masyarakat selama empat bulan. Per bulannya diberikan Rp150 ribu, jadi totalnya Rp600 ribu,” kata Jokowi.

Menanggapi hal ini, Gabriel menyebut, siasat pemerintah dengan memberi BLT jangan sampai menciptakan mental pengemis di masyarakat.

“Jangan sampai membuat mental yang dibantu menjadi pengemis dan malas bekerja dan bahkan dipakai untuk konsumtif. Pemerintah terkesan seperti sinterklas rasa politik,” katanya.

Menurut Gabriel, dibanding memberi BLT, pemerintah lebih baik menindak tegas Mafioso migas dari kelas teri hingga kelas kakap yang bersembunyi di Singapura, Amerika, dan Eropa.

Di NTT sendiri, Gabriel menggungkapkan ada dugaan kuat terdapat polisi-polisi yang ikut bermain dalam jaringan Mafioso migas.

“Maka kami desak Kapolda NTT untuk segera tangkap dan proses hukum pelaku dan beking Mafia Migas di NTT.” tutupnya. *****

Tags: #KOMPAKIndonesia#MafiaMigas#PadmaIndonesia
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati