Pengembangan Pelabuhan Aimere di Ngada Terkendala Anggaran

Kepala Bidang Pelabuhan, Mahadin Sibrani menjelaskan rencana pengembangan pelabuhan Aimere, Ngada kepada katongNTT di ruang kerjanya, Rabu ( 12/10/22). (Divan-KatongNTT)

Kepala Bidang Pelabuhan, Mahadin Sibrani menjelaskan rencana pengembangan pelabuhan Aimere, Ngada kepada katongNTT di ruang kerjanya, Rabu ( 12/10/22). (Divan-KatongNTT)

Kupang – Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tengara Timur masih terkendala anggaran pembangunan pelabuhan penyeberangan Aimere Kabupaten Ngada.

Anggaran pembangunan pelabuhan ini menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi NTT sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

Pelabuhan Aimere menjadi bagian dari titik simpul hubungan antardaerah. Selain itu menjadi tempat perpindahan antarmoda transportasi yang strategis di dua pulau besar, Timor dan Flores.

Dinas Perhubungan NTT untuk itu berencana mengembangkan pelabuhan Aimere di Kabupaten Ngada dengan menambahkan dermaga untuk kapal yang berkapasitas 3000 GT.

Baca Juga: Memotret Kesiapan Pelabuhan Tenau Jadi Terminal Peti Kemas Internasional

Kepala Bidang Pelabuhan Mahadin Sibrani menjelaskan rencana itu kepada katongNTT di ruang kerjanya, Rabu ( 12/10/22).

Mahadin mengatakan, perencanaan gambar sudah dilakukan. Begitu juga Rencana Anggaran Pembangunan yang mencapai Rp 32 miliar. Namun jadwal untuk memulai pembangunan pelabuhan belum bisa dipastikan karena terkendala keuangan daerah.

“Untuk sementara kami hanya mampu memperluas tempat parkir di Pelabuhan Aimere serta membangun rest area untuk masyarakat yang akan melintasi Flores,” kata Mahadin.


Pelabuhan Aimere merupakan sebuah pelabuhan kapal laut yang berada di kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Baca Juga: Realisasi Dana Stimulan Badai Seroja Berkutat di Validasi Data

Pelabuhan Aimere kota Bajawa melayani pelayaran menuju kota atau pulau lainnya di NTT seperti ke Kota Kupang dan kota Waingapu di Sumba yang mengangkut penumpang dan juga kendaraan.


Pelabuhan Aimere resmi diambil alih oleh pemerintah provinsi NTT pada tahun 2018 bersamaan dengan pelabuhan Teluk Gurita dan juga pelabuhan Nagekeo. *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *