• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, Agustus 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Pengungsi Lewotobi Derita 15 Penyakit, Tertinggi ISPA

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pengungsi Lewotobi Derita 15 Penyakit, Tertinggi ISPA
0
SHARES
56
VIEWS

Kupang – Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) menjadi salah satu dari 15 penyakit yang terbanyak dialami pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Menurut Pos Data dan Informasi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, pengungsi per Minggu 14 Januari 2024 berjumlah 6.568 jiwa. Penderita ISPA saat ini mencapai 1.559 kasus.

BacaJuga

Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

Gempa Susulan Terus Terjang Flores, BMKG: Total 1576 !

17 Agustus 2026
Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026

Bila dibandingkan dengan Sabtu 13 Januari 2024, tampak terjadi peningkatan 41 kasus ISPA ini dari sebelumnya 1518 penderita.

Baca juga : 174 Penderita HIV di Lembata Meninggal Selama 15 Tahun Terakhir

Daftar kasus dari 15 penyakit yang diderita para pengungsi ini antara lain : 1559 kasus ISPA; 330 kasus dermatitis atau ruam pada kuli; 196 kasus mialgia atau nyeri otot ; 189 kasus Gastritis atau maag; 184 kasus dyspepsia atau gangguan pencernaan; 163 kasus rhinofaringitis akut; 161 kasus hipertensi; 102 kasus influenza; 97 kasus cephalgia atau Sakit kepala; 103 kasus observasi febris (OF) atau demam yang belum terdiagnosa; 41 kasus diare; 39 kasus faringitis; 37 kasus konjungtivitis atau mata merah; 35 kasus vulnus atau luka; dan 1 kasus malaria.

Baca juga : Pemkab Flotim Butuh Tenda Tambahan untuk Tampung Pengungsi

Hampir dua pekan sudah para pengungsi berada di penampungan baik tenda, rumah warga, fasilitas umum sejak erupsi hebat dari Gunung Lewotobi Laki-laki pada 1 Januari 2024.

Erupsi gunung api di Kabupaten Flores Timur ini pun terjadi setiap harinya. Pada Senin ini saja dilaporkan erupsi pukul 05.25 WITA dan 13.21 WITA.

Larangan untuk menjauhi gunung ini juga masih berlaku. Warga harus menghindar radius kilometer (km) dari pusat erupsinya dan sektoral 5 km ke arah barat laut – utara dan timur laut.

Baca juga : Gempa M 4,3 Guncang Flores Timur, Terasa di Lembata

Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Pemkab Flotim) membenarkan banyaknya kasus ISPA yang dialami para pengungsi ini akibat debu vulkanik. Penyakit lainnya juga diperkirakan akan muncul karena musim penghujan dan harus ikut diantisipasi.

“Masih banyak kekurangan dan kita antisipasi penyakit karena adanya hujan juga. Untuk saat ini tidak ada peningkatan penyakit selain gangguan ISPA karena abu vulkanik,” tukas Sekretaris Daerah Flotim, Petrus Pedo Maran, beberapa hari lalu. ***

Tags: #ErupsiGunungLewotobiLaki-laki#GunungApiLewotobiLakiLaki#PengungsiGunungLewotobiSakit#PengungsiLewotobialami15penyakit#PengungsiLewotobiISPA
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

Gempa Susulan Terus Terjang Flores, BMKG: Total 1576 !

by Rita Hasugian
17 Agustus 2026
0

KatongNTT- Gempa susulan masih mengguncang Pulau Flores hingga hari ini. Fransiska Heldiana Juita, warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada...

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati