• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Februari 13, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

Pernah Dikembangkan di Sumba, Tanaman Sisal Hasilkan Serat Alami

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pernah Dikembangkan di Sumba, Tanaman Sisal Hasilkan Serat Alami

Ilustrasi tanaman sisal (Ist)

0
SHARES
311
VIEWS

Bogor – Tumbuhan sisal atau Agave sisalana adalah tanaman penghasil serat alami yang cukup populer di Indonesia. Seratnya tidak cuma berguna sebagai bahan baku pembuat benang, namun juga bermanfaat sebagai material bangunan, konstruksi hingga otomotif.

Sejumlah informasi menyebutkan tanaman endemik asal Meksiko ini pertama kali dibawa ke Indonesia pada abad ke-17. Di tanah air, peta persebaran Agave sisalana terbilang cukup luas, namun dalam jumlah yang terbatas.

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

Jika ditinjau dari habitatnya, tanaman ini dapat berkembang secara baik pada lingkungan yang tandus, panas dengan karakteristik tanah yang kering. Salah satu syarat pertumbuhan Agave di habitatnya adalah sinar matahari penuh dengan tingkat kelempaban udara 70-80% (moderate), serta curah hujan berkisar 1.000-1.250 mm per tahunnya.

Sekilas, tanaman sisal memang tampak seperti lidah buaya atau Aloe vera, hanya saja dengan ukuran daun yang lebih besar, tebal dan juga lebih panjang.

Pada tahun 2014 lalu, pernah dilakukan uji coba pengembangan sisal di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu dilakukan oleh sebuah perusahaan swasta, PT Mergo Agro Abadi (PT MAA), yang hampir bersamaan PT Muria Sumba Manis (MSM) yang menjajaki investasi tebu.

Saat itu, tanaman penghasil serat sudah mulai diujicobakan di kawasan Melolo. Adapun pihak yang melakukan fasilitasi adalah Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigasi (Kemendes PDTT) yang disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Timur.  Uji coba tersebut dinilai berhasil, tidak saja di NTT tapi juga di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Informasi yang diperoleh KatongNTT menyebutkan pengembangan sisal tertunda karena ada kendala keuangan dari pihak investor dan rencana penetapan kawasan ekonomi khusus (KEK) Melolo saat itu belum terwujud.

Beberapa jurnal penelitian mengulas sisal berbiak dengan cara generatif maupun vegetatif. Bunganya bersifat biseksual dengan tinggi tingkai antara 3-5 m. Penyerbukan bunga sendiri biasanya terbantu oleh hewan-hewan seperti serangga, burung serta kelelawar, dengan tingkat efisiensi yang berbeda-beda sesuai spesiesnya. Pembiakkan secara generatif sebenarnya menguntungkan, sebab biji yang flora ini hasilkan terhitung cukup banyak.

Serat yang diolah dari tanaman sisal (Ist)

Secara vegetatif, tanaman sisal berkembang biak dengan rimpang dan umbi akar (bulbil). Rimpang akan tetap melekat pada induknya sampai siap memisahkan diri dan membentuk individu baru.Apabila melalui bulbil, umumnya tanaman tersebut akan membentuk tiruannya sendiri yang tumbuh dari cabang perbungaan dan tangkai aksilar buah. Seratnya dapat digunakan untuk tali-temali, pengikat daun tembakau, juga sebagai bahan pembuatan karung goni.

Sisal mengandung lignin tinggi pada bagian batang. Lignin dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan alat musik seperti drum. Kandungan saponin pada sisal dimanfaatkan sebagai bahan produksi sabun dan industri farmasi. [Anto]

Tags: #Agave sisalana#Serat#Sisal#Sumba
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati