• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Perpres Montara Tersendat, Korban Menanti Keseriusan Pemerintah Pusat

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Perpres Montara Tersendat, Korban Menanti Keseriusan Pemerintah Pusat

Ferdi Tanoni (kanan) tengah berdialog dengan para korban pencemaran Laut Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

0
SHARES
144
VIEWS

Kupang – Penyelesaian tragedi pencemaran di Laut Timor, masih terhambat karena belum adanya Peraturan Presiden (Perpres) tentang Optimalisasi Penyelesaian Kasus Montara. Padahal, Presiden RI Joko Widodo pernah menjanjikan untuk mempercepat pemulihan bagi para korban di pesisir selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Jangan sampai ada jajaran dalam birokrasi yang menghambat Perpres tersebut. Ada yang aneh karena perusahaan sudah bertanggung jawab dan pemerintah tinggal memfasilitasi saja,” kata Ferdi Tanoni selaku Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), Jumat (19/5/2023).

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Dikatakan, pihaknya sudah melakukan sejumlah sosialisasi kepada ribuan korban di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Rote Ndao. Para nelayan dan pembudidaya rumput laut tersebut sangat berharap agar pemulihan setelah 14 tahun pencemaran segera dilakukan.

PTT Exploration & Production (PTTEP) Australasia juga sudah berkomitmen memberikan kompensasi, setelah pengadilan Australia memenangkan gugatan ganti rugi 15.481 nelayan dan petani rumput laut.

Ferdi mengatakan, pihaknya sudah berkali-kali menyampaikan secara khusus kepada Lambock V.Nahattands selaku Staf Khusus Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Bidang Hukum dan Perundang-Undangan terkait Perpres tersebut. Namun, Perpres yang memperlancar proses penyelesaian pencemaran tersebut belum ada kelanjutannya.

“Perpres ini sudah menjadi komitmen pemerintah pusat sejak 1 April 2022 lalu. Ini sudah setahun lebih dan masyarakat korban sangat menantikan tindak lanjutnya,” ujar penulis buku Skandal Laut Timor.

Sebelumnya, korban pemcemaran tersebut sudah menyampaikan agar Perpres segera diterbitkan. Belasan ribu nelayan dan pembudidaya rumput laut sudah menunggu kepastian menyusul ada tim yang melakukan verifikasi beberapa pekan lalu.

Sanda dan Gustaf adalah dua nelayan dan warga pesisir selatan di Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Kupang yang mempertanyakan komitmen pemerintah pusat tersebut.

“Sumber penghasilan kami hilang dan hidup kami terlantar sejak ada pencemaran. Perusahaan sudah mau membayar, tapi sepertinya dipersulit dengan berbagai aturan. Apakah kami dibiarkan terlantar terus,” ujar Gustaf.

Selain pesisir pantai Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Kupang, rembesan minyak dari wilayah Australia yang mematikan ikan dan rumput laut itu terdeteksi hingga ke pesisir dari 11 kabupaten lainnya di NTT. [Anto]

Tags: #Pencemaran#PencemaranLautTimorLaut TimorMontara
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati