Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga terus mempercepat proses penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) pembangunan tangki BBM di Maumere, NTT serta dua tangki elpiji di Bima, NTB dan Tenau, Kupang, NTT.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (26/9/2023), mengatakan pembangunan tiga tangki tersebut memperkuat ketahanan energi dan efisiensi distribusi di wilayah Indonesia Timur.
“Indonesia ini negara kepulauan dengan pola distribusi energi tersulit di dunia, jadi adanya storage di lokasi Indonesia Timur ini sangat berdampak terhadap ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat. Di tahun 2023, kami akan kejar penyelesaian 1 tangki elpiji di Bima,” kata Riva.
Adapun saat ini di wilayah Indonesia Timur telah selesai dan beroperasi 13 tangki BBM dengan kapasitas penyimpanan hingga 67.500 kiloliter (KL) dan dua tangki elpiji dengan kapasitas 4.000 metrik ton (MT) yang juga termasuk dalam PSN Pertamina Patra Niaga.
Tangki BBM yang telah beroperasi itu berada di Badas NTB, Waingapu NTT, Parepare Sulawesi Selatan. Lalu di Maluku tersebar di Ternate Utara, Masohi, Bula, Dobo, Labuha, Saumlaki, Namlea, dan Wayame serta di Papua berlokasi di Merauke dan Nabire.
Sementara untuk dua tangki elpiji, saat ini yang telah beroperasi di Wayame Maluku dan Jayapura Papua. Pertamina Patra Niaga menyebut beroperasinya tangki BBM dan elpiji juga dapat menjaga ketahanan energi di daerah tersebut.
“Tangki BBM dan elpiji yang berlokasi di kota besar ini memiliki peran penting menjadi titik suplai utama di wilayah Indonesia Timur,” ujar Riva.
Selain sebagai bentuk penguatan dan efisiensi rantai distribusi energi nasional, proses pembangunan tangki BBM dan elpiji juga berdampak besar bagi industri dalam negeri serta membuka lapangan pekerjaan.
Dikatakan, sekitar 37 persen komponen dan material pembangunan tangki BBM dan elpiji senilai Rp 298 miliar itu merupakan komponen dari industri dalam negeri.
“Ini juga membuktikan kualitas komponen dalam negeri Indonesia sudah bisa memenuhi spesifikasi dan standar beberapa komponen tangki Pertamina. Dalam prosesnya, pembangunan tangki BBM dan elpiji ini menyerap hampir 600 tenaga kerja daerah tersebut,” kata Riva. [Anto]




