Potret Bunuh Diri di Sumba, WHO: 700 Ribu Orang Setiap Tahun

WHO melaporkan lebih dari 700 ribu orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahun.

Jenazah-Camat-kota-Waingapu-Sumba-Dionisius-Ranja-Muda-yang-bunuh-diri-dibawa-pulang-untuk-disemayamkan-Selasa-20-Juli-2021 (Al)

Jenazah-Camat-kota-Waingapu-Sumba-Dionisius-Ranja-Muda-yang-bunuh-diri-dibawa-pulang-untuk-disemayamkan-Selasa-20-Juli-2021 (Al)

Sejak Januari hingga Juli 2021 sudah empat warga Kabupaten Sumba Timur bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya. Kasus terbaru dilakukan oleh warga Haumara, RT 01, RW 01, Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera pada Selasa lalu.

Dionisius Ranja Muda (45) mengakhiri hidupnya dengan seutas tali nilon orange di kamar belakang rumah panggung milik orang tuanya. Peristiwa ini terjadi dua bulan setelah istrinya, Maria Luna Woda (46) meninggal disebabkan terinfeksi virus Covid-19.

Setelah kepergian sang istri, Dionisius yang disapa Umbu Deni mulai menunjukkan sikap murung dengan tatapan mata yang kosong. Begitupun dia masih menjalankan perannya sebagai ayah bagi dua anaknya maupun sebagai Camat Kota Waingapu.

Saat istrinya dirawat di rumah sakit, dia memutuskan untuk menandatangani surat pernyataan yang dikeluarkan rumah sakit sehingga Umbu Deni dapat mendampingi dan merawat istrinya di ruang isolasi.

Donatus Hadut, kerabat pelaku bunuh diri, kepada awak media di rumah duka, Selasa, 20 Juli 2021 menjelaskan, sudah beberapa kali Umbu Deni menyampaikan pesan kepada saudara perempuannya untuk menjaga kedua anaknya.

“Satu kali saya ditelepon saudarinya dan minta saya ke Matawai (rumah almarhum), sehingga saya kesana dan kami diskusi. Namun tatapannya kosong,” kata Donatus.

Ketua Paguyuban Manggarai di Sumba Timur ini juga pernah mengingatkan Umbu Deni untuk tidak terlalu berpikir sempit. Camat ini menyalahkan dirinya sebagai pembawa virus Covid-19 sehingga istrinya terinfeksi dan meninggal.

“Mungkin dia (almarhum) berpikir karena dia selalu berada dengan banyak orang karena sebagai pejabat publik, sehingga dia lah yang bawa Covid-19 kasih istrinya,” ujar Donatus.

Almarhum sendiri dikenal sebagai sosok yang baik dan pengayom bagi sanak saudara, keluarganya bahkan masyarakat sekitar.

Ratusan kerabat dan keluarga memenuhi lorong ruang jenazah Rumah Sakit Kristen Lindimara saat kabar kepergian Umbu Deni menyebar di sejumlah jejaring sosial.

Ratusan kendaraan roda dua beriringnan mengantar jenasah Umbu Deni ke rumah orang tuanya pada Selasa siang.

Warga masyarakat Kelurahan Mauliru meneteskan air mata saat ambulans membawa jenazah Umbu Deni melintas di depan rumah mereka.

Kapolres Sumba Timur, AKBP Handrio Wicaksono menjelaskan, Umbu Deni ditemukan meninggal dengan cara menggantung diri di kamar bagian belakang rumah panggung orang tua almarhum menggunakan tali nilon berwarna orange kurang lebih empat meter panjangnya.

Jenasah Umbu Deni pertama kali ditemukan oleh Kornelis Kahar Jawarai (40), seorang kerabat almarhum. Saat tiba di rumah panggung, Kornelis menemukan semua pintu dan jendela kamar ditutup atas permintaan Umbu Deni karena mau beristirahat.

Pelaku bunuh diri ini sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kristen Lindimara, namun nyawanya sudah tak tertolong.

Umbu Deni juga sempat menyimpan surat wasiat di saku celananya yang ditujukan kepada Kapolres Sumba Timur. Surat wasiat itu berpesan agar jasadnya tidak diotopsi.

“Ada surat dari almarhum meminta untuk tidak diautopsi sehingga kita kembalikan jenasah almarhum ke keluarga untuk diurus pemakamannya,” kata Kapolres Sumba Timur, Handrio.

Badan Kesehatan Dunia, WHO pada 17 Juni 2021 mengeluarkan lembaran fakta tentang kasus bunuh diri di dunia. WHO melaporkan lebih dari 700 ribu orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahun.

WHO menyebutkan usia 15-19 tahun menempati urutan keempat pelaku bunuh diri. Sebanyak 77 persen peristiwa bunuh diri global terjadi di negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah.

Umumnya tindakan bunuh diri dilakukan dengan meneguk cairan pestisida, gantung diri dan menembak diri sendiri.

WHO menegaskan tindakan bunuh diri dapat dicegah. Pendekatan pencegahan WHO, LIVE LIFE merekomendasikan 5 bukti efektif sebagai kunci intervensi untuk pencegahan bunuh diri.

Pertama, batasi akses ke benda-benda yang dapat melakukan tindakan bunuh diri (cairan pestisida, senjata, obat-obatan tertentu.

Kedua, berinteraksi dengan media untuk pelaporan bunuh diri secara bertanggung jawab.

Selanjutnya, membangun ketrampilan hidup sosial-ekonomi bagi remaja. Terakhir, mengidentifikasi awal, menilai dan mengelola serta menindaklanjuti siapa saja yang terpengaruh oleh perilaku bunuh diri. (Al/Rita Hasugian)

Data Kasus Bunuh Diri di Sumba Timur 2021:

  1. 10 Mei 2021, Jimmi Ishak Benyamin (39), melakukan bunuh diri setelah terlebih dahulu menganiaya istri dan anak tirinya. Lokasinya di Kelurahan Kambajawa, Kecamatan Kota Waingapu.
  2. 25 Juni 2021, Jefri Rohi Kana Radja (19), warga Kelurahan Wangga Kecamatan Kambera ditemukan meninggal gantung diri di dapur belakang.
  3. 13 Juli 2021, Kota Landu (44) Warga Desa Laimbonga, Kecamatan Kahaungu Eti, dimana korban melakukan aksi bunuh diri dengan menikam bagian kiri dadanya menggunakan sebilah pisau.
  1. Dionisius Ranja Muda (45) Warga Kampung Haumara, Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera, yang melakukan aksi bunuh diri dengan cara menggantung diri memggunakan tali nilon berwarna orange.

    Sumber: Polres Sumba Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *