Respons Komisaris PT Flobamor Soal Upaya Pembunuhan Jurnalis Fabianus

Jurnalis Fabianus Latuan dipukuli di bagian kepala, dada, dan punggung menggunakan batu karang oleh 2 pria tak dikenal usai mengikuti jumpa pers PT Flobamor pada Selasa, 26 April 2022 . (KatongNTT.com)

Jurnalis Fabianus Latuan dipukuli di bagian kepala, dada, dan punggung menggunakan batu karang oleh 2 pria tak dikenal usai mengikuti jumpa pers PT Flobamor pada Selasa, 26 April 2022 . (KatongNTT.com)

Kupang-Dewan Komisaris PT Flobamor, Hadi Djawas memastikan pihaknya bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menyelesaikan masalah upaya percobaan pembunuhan jurnalis Fabianus Latuan.

“Pasti akan bekerja sama dgn APH (aparat penegak hukum-red) unt cepat masalah ini selesai,” kata Hadi menjawab pesan Whatsapp KatongNTT.com, Jumat, 29 April 2022.

Upaya membunuh Fabianus Latuan terjadi di area parkir sepeda motor kantor PT Flobamor pada Selasa, 26 April 2022 usai jumpa pers sekitar jam 11 WITA.

Fabianus dan sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Komunitas wartawan peduli pembangunan (Kowappem) dalam jumpa pers itu diundang untuk mendengarkan klarifikasi Dewan Komisaris dan Direksi PT Flobamor. Hadi Djawas mengirimkan undangan jumpa pers melalui pesan Whatsapp ke nomor telepon Fabian pada Minggu, 23 April 2022.

Klarifikasi itu terkait dengan pemberitaan Suara Flobamora.com tentang dividen PT Flobamor Rp 1,6 miliar yang tidak disetor ke Pemprov NTT berdasrkan Laporan Hasil Pemeriksan BPK RI.

Jumpa pers yang berakhir tanpa kejelasan itu, membuat para wartawan bubar. Saat di parkiran sepeda motor, Hadi Djawas memanggil Fabianus untuk masuk ke ruangan agar mengambil uang makan. Tapi pemimpin redaksi Suara Flobamora.com tersebut menolaknya.

Beberapa saat kemudian dua pria memukulinya dengan tangan dan batu. Bahkan satu pelaku mengeluarkan pisau.

Hadi Djawas tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut tentang upaya pembunuhan Fabianus. KatongNTT.com kemudian menanyakan apakah sudah ada pemanggilan dari polisi? Hadi merespons: “Maaf, biar APH bekerja.”

Pertanyaan selanjutnya tentang apakah ada petugas atau karyawan yang melihat dari mana para pelaku muncul dan mengapa tidak ada upaya satpam atau petugas keamanan mencegah Fabianus dianiaya bahkan akan ditusuk pisau, Hadi Djawas singkat menjawab: “Sekali lagi maaf biar APH yang bekerja.”

Fabianus kepada KatongNTT.com, Kamis, 28 April 2022 memastikan percobaan pembunuhan terhadap dirinya sudah direncanakan. Dia pun yakin tindakan kriminal ini berkaitan dengan pemberitaannya tentang PT Flobamor tidak menyetorkan deviden Rp 1,6 miliar ke Pemerintahan Provinsi NTT. (Rita Hasugian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *