Kupang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malaka menetapkan Daftar Calon Tetap (DCT) dengan nama caleg Aplonia Bete pada dua partai yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).
KPU Malaka mengaku ada kesalahan karena sebelumnya Aplonia Bete hanya terdaftar di PKN dalam Daftar Calon Sementara (DCS). Namun Aplonia kemudian pindah ke PKS sebelum penetapan DCT.
Kepala Divisi Hukum KPU Malaka, Bartimeus Nahak, beralasan proses pindah partai dari caleg ini tak diikuti dengan surat keterangan dari PKN ke KPU.
Baca juga : KPU NTT Yakin Tak Ada Eks Koruptor Maju DPRD NTT
Dengan tak adanya dokumen itu, kata dia, maka saat pencermatan tidak akan terbaca dalam sistem informasi pencalonan (silon) bahwa caleg tersebut sudah pindah ke partai yang berbeda dengan sebelumnya.
Bukan hanya itu, menurut KPU, dari PKN dan PKS pun memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang berbeda-beda atas nama Aplonia Bete. Demikian maka silon membacanya sebagai orang yang berbeda.
“Karena di situ ada upload foto, KTP, tetapi silon tidak membaca dokumen, tidak membaca image, tetapi silon membaca identitas dalam hal ini yang diinput oleh teman-teman parpol,” terangnya dalam keterangan Selasa 14 November 2023.
Baca juga : KPU NTT Tunggu Surat Undur Diri Bupati Hingga Polisi
Menurut dia kejadian ini pun tak terlepas dari human error pada KPU Malaka sendiri. Pihaknya akan mencoret nama Aplonia Bete dari DCT di PKN. Pencoretan ini berdasarkan surat KPU dan PKPU 10 pasal 87 yang juga dengan adanya surat pernyataan diri caleg dimaksud.
KPU Malaka menyebut baru menerima surat pernyataan itu pada 5 November lalu atau 2 hari usai penetapan DCT. Sedangkan surat itu sudah dibuat sejak 25 Oktober 2023.
Baca juga: KPU NTT Bilang Konyol Caleg Sebar Baliho dan Spanduk
KPU Malaka juga membantah adanya penggunaan dua KTP. Menurutnya itu hanya kesalahan pencatatan dari partai yang berbeda-beda tetapi dalam sistemnya memungkinkan identitas Aplonia bisa terbaca.
“Nah, saat pencermatan DCS kami temukan. Lho, ini yang diinput di PKN beda dengan dokumen yang diupload maka kami panggil ternyata walaupun mereka input berbeda tetapi orang yang dimaksud itu adalah Aplonia Bete,” tukas dia. ***


