Kupang – Masalah paling mendesak bagi anak-anak pengungsi Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini soal kesehatan dan gizi maupun pendidikan.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Flores Timur, Petrus Pedo Maran, anak-anak sebagai kelompok paling rentan yang sangat memerlukan perhatian khusus dalam situasi tersebut.
“Yang paling urgent juga kebutuhan sekolah anak-anak. Ini kelompok paling rentan dan butuh perhatian lebih khusus, jadi soal kesehatannya, gizinya, pendidikannya,” jelas dia Jumat 12 Januari 2023.
Baca juga : Kekeringan, Stunting, dan Opor Singkong
Menurut Pos Data dan Informasi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki per 13 Januari 2024, ada 86 bayi, 335 balita, 27 ibu hamil dan 104 ibu menyusui. Seluruhnya mengungsi di tenda penampungan dan rumah-rumah warga.
Sementara anak usia sekolah yang terdampak sebanyak 374 siswa dari Kecamatan Wulanggitang, Ile Bura, Demon Pagong, Titehena dan Larantuka. Kebanyakan adalah siswa SD yakni 174 anak.
Baca juga: Awal Mula Bocah SD di Kupang Bawa Pistol Rakitan ke Sekolah
Petrus juga ingin agar para pengungsi dapat berpindah ke satu titik penampungan yang akan disediakan oleh pemerintah untuk memudahkan penanganan.
“Sehingga kita membutuhkan tenda skala besar di beberapa lokasi baru nanti dengan alas tidur dan fasilitas dapur umum,” paparnya. ***




