• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Soal Kompensasi Montara, Ferdi Minta KPK Hadirkan Maurice Blackburn

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Petani di Kabupaten Kupang sedang memanen rumput laut di Pantai Oesina. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

Petani sedang memanen rumput laut di Pantai Oesina, Kabupaten Kupang. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

0
SHARES
454
VIEWS

Kupang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan bisa menghadirkan pimpinan kantor pengacara Maurice Blackburn di Indonesia. Hal itu untuk memperjelas dana kompensasi yang menjadi hak dari korban Tragedi Montara pada tahun 2009 lalu.

Permintaan itu disampaikan Ferdi Tanoni selaku Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) sekaligus anggota The Montara Task Force Republik Indonesia melalui suratnya yang diterima KatongNTT.com, Senin (24/7/2023).

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Selain kepada pimpinan KPK, surat itu juga ditujukan kepada Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK Dian Patria serta kemudian Duta Besar Australia untuk Indonesia di Jakarta. Selain itu, ditujukan juga kepada pimpinan Pengadilan Federal Australia dan pimpinan Kantor Pengacara Maurice Blackburn di Australia.

Baca : Pemerintah Siap Gugat Montara atas Kerusakan Lingkungan, Kerugian Ditaksir Rp 23 Triliun

Ferdi menjelaskan surat tersebut disampaikan terkait dengan pernyataan dan kunjungan Dian Patria selaku Ketua Satgas Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK Bapak Dian Patria ke Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemudian diikuti dengan sejumlah pernyataan mewakili KPK terkait dengan dana kompensasi pencemaran kilang Montara di Laut Timor yang diperjuangkan sejak tahun 2009 lalu.

“Selain itu, kami mempertanyakan karena sudah empat kali surat kepada Murice Blackburn tidak pernah ditanggapi sejak awal Mei 2023 lalu. Kita semua sepakat dana kompenasi ini adalah milik masyarakat korban yang selama ini berjuang bersama-sama. Apa yang kami minta dari masyarakat itu sifatnya berupa sumbangan dan sama-sama disetujui,” ujar Ferdi.

Baca : Dana Kompensasi Montara Diblokir, Maurice Blackburn Perlu Klarifikasi

Seperti diketahui, Ferdi Tanoni yang melakukan advokasi dan mendaftar para korban pencemaran sekitar 14 tahun lalu itu telah memblokir dana kompensasi. Hal ini berujung pada laporan Maurice Blackburn kepada sejumlah pihak dan seolah-olah mempersalahkan langkah Ferdi Tanoni.

“Apakah kita semua harus setuju dan membenarkan sikap Maurice Blackburn yang datang ke Indonesia mengambil uang dari kasus Montara di Indonesia yang mengabaikan seluruh proses, sistem dan kearifan lokal yang ada ratusan tahun di dalam Indonesia ini kemudian kembali ke Australia,” tanya Ferdi dalam suratnya Minggu (23/7/2023).

Untuk itu, Ferdi meminta KPK agar dapat segera menghadirkan pimpinan Kantor Pengacara Maurice Blackburn ke Indonesia. Hal itu agar secara bersama-sama dengan KPK, Maurice Blackburn dan YPTB untuk menyelesaikan ganti rugi Montara tersebut.

Lokasi Anjungan Montara dan area pencemaran minyak di Laut Timor (istimewa)
Lokasi anjungan Montara dan area pencemaran minyak di Laut Timor (istimewa)

Dalam sejumlah pemberitaan, Maurice Blackburn menyebutkan ada dana yang sudah diberikan kepada pihak Ferdi Tanoni dalam penyelesaian kasus ini. “Benar ada dana yang digunakan dan itu bisa dipertanggungjawabkan dengan sejumlah kerja yang sudah dilakukan,” tegasnya.

Seperti diketahui, keterlibatan Maurice Blackburn dalam kasus Montara ini mulai intens sejak tahun 2015 setelah menggantikan kantor pengacara Leigh Day & Co dari Inggris. Sedangkan YPTB adalah satu-satunya lembaga yang diakui dan diregister pemerintah Australia dalam pengajuan gugatan terkait pencemaran dari kilang yang saat itu dimiliki PTTEP Thailand. [Anto]

Tags: #Kompensasi#Maurice Blackburn#Rumput LautMontara
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati