• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, September 30, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Suhu NTT Terasa Lebih Panas Hingga November

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi suhu panas (liputan6.com)

Ilustrasi suhu panas (liputan6.com)

0
SHARES
104
VIEWS

Kupang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab fenomena panas terik dan suasana gerah di NTT yang diprediksi berlangsung Oktober hingga November ini.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Agung Sudiono Abadi menyebut kondisi cuaca cerah ini akan cukup mendominasi pada siang hari.

BacaJuga

Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

Gempa Susulan Terus Terjang Flores, BMKG: Total 1576 !

17 Agustus 2026
Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026

Penyebabnya adalah pergerakan semu matahari yang saat ini ke arah selatan ekuator dan pada Oktober ini berada di atas Indonesia.

Baca juga : El Nino, Pangan Lokal, Bapanas, dan Cium Nasi Putih

“Artinya terdapat penyinaran matahari yang lebih intensif khususnya di Indonesia bagian selatan ekuator termasuk di NTT,” tukasnya dalam keterangan yang diterima beberapa waktu lalu.

Terdapat beberapa faktor yang terjadi membuat suhu menjadi sangat panas, kata dia, misalnya kondisi cuaca cerah dan minim pertumbuhan awan pada siang hari.

Suhu maksimum masih berkisar 33 hingga 34 derajat celcius pada siang hari dan pada malam hari berada pada rentang 23 sampai 25 derajat celsius.

Baca juga : Penyebab Suhu Dingin Melanda NTT

Berbeda dengan nilai kelembaban udara yang sudah menunjukkan kenaikan yaitu berkisar 52 sampai 95 persen.

“Suasana gerah secara meteorologis disebabkan juga oleh kelembapan udara yang tinggi, yang menyatakan jumlah uap air yang terkandung pada udara,” kata dia.

Semakin banyak uap air yang dikandung dalam udara maka akan semakin lembap udara tersebut, dan apabila suhu meningkat akibat pemanasan matahari langsung karena berkurangnya tutupan awan.

Baca juga : Angin Kencang Melanda 4 Pulau di NTT, Ini Penyebabnya

“Maka kita akan merasa lebih gerah dari biasanya,” sebut dia.

Masyarakat diimbaunya untuk tidak panik dengan suasana gerah yang terjadi tetapi tetap perlu menjaga kesehatan dan stamina sehingga tidak terjadi dehidrasi dan iritasi kulit.

“Banyak minum dan makan buah segar sangat dianjurkan, termasuk memakai tabir surya sehingga tidak terpapar langsung sinar matahari yang berlebih ketika beraktivitas di luar ruangan,” pinta Agung. ****

Tags: #BMKG#suhupanasNTT
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

Gempa Susulan Terus Terjang Flores, BMKG: Total 1576 !

by Rita Hasugian
17 Agustus 2026
0

KatongNTT- Gempa susulan masih mengguncang Pulau Flores hingga hari ini. Fransiska Heldiana Juita, warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada...

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati