Kupang – Tahun 2023 baru berjalan sebulan, sudah 8 jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Provinsi Nusa Tenggara Timur dipulangkan dari Malaysia. Seluruhnya merupakan PMI nonprosedural dengan masa kerja yang beragam.
Dari 8 PMI asal NTT yang meninggal, terbanyak bertempat tinggal di Kabupaten Malaka, yakni 4 PMI. Selebihnya dari Kabupaten Belu, Lembata, Flores Timur, dan Sikka dengan jumlah masing-masing satu jenazah.
Balai Pelayanan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi NTT menyebutkan jenazah 8 PMI yang meninggal selama Januari 2023 telah diserahkan kepada keluarga korban. Sesuai standar operasi kerja, petugas BP3MI NTT menjemput jenazah dari lokasi kargo Bandara Internasional El Tari Kupang, untuk kemudian diserahkan kepada keluarga PMI.
Mobil ambulans milik BP3MI membawa jenazah dan perwakilan keluarga PMI hingga tiba di rumah . Dalam catatan KatongNTT.com, jarak yang ditempuh petugas BP3MI mengantar jenazah PMI mencapai ratusan kilometer.
Baca juga: PMI NTT Nonprosedural Terbanyak Meninggal di Malaysia
“Itu sudah peraturan yang wajib kami laksanakan untuk mengantar jenazah sampai di rumah PMI dengan didampingi perwakilan keluarga PMI,” kata Siwa, Kepala BP3MI NTT kepada KatongNTT.com, Jumat, 3 Februari 2023.
Seperti saat pemulangan jenazah Yohanes Seran Bere, 62 tahun dari Malaysia. Jenazah PMI ini tiba di kargo Bandara Internasional El Tari Kupang pada 31 Januari 2023 siang hari. Pihak keluarga yang menunggu kedatangan jenazah menjelaskan, Yohanes terjatuh di kebun sayur tempat dia bekerja. PMI asal Kabupaten Malaka ini sempat dirawat di rumah sakit, namun akhirnya meninggal. Jenazah kemudian dipulangkan ke kampung halamannya.
Dalam Surat Bukti Pencatatan Kematian oleh Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur bertanggal 27 Januari 2023 dan ditandatangani Konselor Bambang Wishnu Krisnamurthi,, Yohanes meninggal pada 22 Januari 2023 disebabkan Myocardial Fibrosis. Yohanes berstatus PMI nonprosedural.
Di halaman kargo Bandara El Tari Kupang, mobil ambulans BP3MI disiapkan untuk membawa peti jenazah Yohanes dan perwakilan keluarga ke rumah keluarganya di desa Lawalu, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.
Baca juga: Duka Bertubi PMI NTT, Ibu Meninggal di Malaysia, Anak Bunuh Diri
“Yohanes merupakan jenazah PMI ke delapan sepanjang Januari 2023 ini. Kedelapan jenazah itu merupakan PMI nonprosedural asal NTT,” ujar Suratmi Hamidah, Pelaksana Harian Subkoordinator Perlindungan dan Pemberdayaan BP3MI NTT .
Menurut Ratmi, jumlah PMI NTT yang pulang dalam kondisi meninggal pada Januari 2023 dan periode yang sama tahun 2022 tidak jauh berbeda. “Pada Januari 2022, jumlah PMI NTT yang meninggal 9 orang,” ujarnya.
Baru empat hari memasuki Februari , Ratmi kembali menerima pemberitahuan tertulis dari Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur. Isi pemberitahuan tentang jenazah PMI perempuan asal NTT dipulangkan pada 4 Februari 2023. PMI yang berasal dari Desa Fatukoko, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan ini meninggal disebabkan menderita chronic kidney disease. Sepertinya, kedatangan jenazah PMI asal NTT masih terus berlanjut. (Rita Hasugian)




