Kupang – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata Kupang mengungkapkan alasan penumpukan antrean peserta tes kejiwaan yang tejadi dua hari belakangan.
Menurut Direktur RSJ Naimata Kupang, dr Aletha D. Pian, kuota untuk pemeriksaan kejiwaan terpaksa melebihi kuota pemeriksaan harian.
“Kita sudah kelebihan kuota 200 persen,” jawab Aletha saat dijumpai di kantornya, Kamis 27 April 2023.
Penyebabnya, lanjut dia, karena pemerintah daerah terlambat menginformasikan adanya tes kejiwaan bagi para guru Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Baca juga : Guru PPPK dan Caleg Padati RSJ Naimata Sejak Subuh
Pemberitahuan itu harusnya masuk jauh hari sebelum masa liburan berlangsung sehingga dapat dipersiapkan oleh pihaknya. Namun yang terjadi tidaklah demikian.
Sedangkan jumlah PPPK dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yaitu 1.679 orang guru dan Kota Kupang sebanyak 376 guru. Demikian maka penumpukan terjadi sejak Rabu 26 April 2023.
“Tidak ada pemberitahuan, misalnya yang dari Soe (TTS), tetapi pas hari pertama, Rabu itu, surat mereka itu sudah di sini. Saya kaget. Orang di depan juga sudah banyak di depan antre. Itu yang membuat kita bingung karena kita sebenarnya fokus caleg,” ungkapnya.
Pihaknya sendiri sedari awal hanya bersiap untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap calon legislatif karena telah ditunjuk langsung oleh pemerintah. Sebelum itu pun beberapa kali rapat dilakukan demi berjalannya tes ini.
Baca juga : Anggota DPR Peringatkan Kadis Pendidikan NTT yang Ancam Guru Honorer Baca Petisi
“Jadi mereka dari daerah tidak koordinasi kalau mereka mengirim supaya kita bisa mengatur karena dalam rapat kita sebelumnya yang kita siapkan itu caleg karena kita sudah ditunjuk sejak awal,” jawab dia.
Aletha juga mempertanyakan soal waktu kedatangan tes dari guru PPPK. Sedangkan batas waktu kelengkapan berkas hingga 4 Mei 2023 ini.
Dengan keadaan yang sudah terlanjur terjadi ini pihaknya tetap akan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin menjalani tes kejiwaan.
“Jadi sekarang siapa yang duluan datang ya kita layani duluan,” tukas dia.
Pada hari pertama, Rabu 26 April 2023, terdaftar lebih dari 500 orang dan yang berkesempatan mengikuti tes sekitar 300 orang saja.
RSJ Naimata sendiri memiliki 3 dokter dengan status satu ASN dan 2 kontrak. Salah satunya dengan kontrak kerja dari RSUD W.Z. Johannes.
Aletha menjelaskan dalam sehari idealnya hanya terlayani 200 orang. Keseluruhan petugas yang memberikan pelayanan yaitu 30 orang termasuk dengan dokter.
“Sedangkan SOP (Standar Operasional Prosedur) kita, satu dokter bisa menerima atau memeriksa 100 orang. Satu hari 100 orang,” ungkap dia.
Pihaknya sebelumnya membuat aturan yaitu 200 orang yang diperiksa sehari tetapi yang datang lebih dari jumlah tersebut.
“Bagaimana caranya kita menolak? Kita tetap layani. Saya sampaikan kalau sedapat mungkin kita layani dan kalau tidak bisa dites maka dilanjutkan besoknya,” sambung Aletha.
Baca juga : Ombudsman Soroti Akuntabilitas dan Komunikasi Pemprov NTT Terkait 1.345 Guru Honorer
Ia juga tidak ingin ada pendaftar yang sampai bertindak gegabah dengan merusakkan fasilitas kesehatan.
Menurutnya ini kondisi ini tidak terduga dan sudah terjadi. Bila kondisi ini tidak dijaga maka nantinya pendaftaran dan alur pemeriksaannya akan semakin lama lagi.
“Kalau seperti itu kita terpaksa tutup karena kita sudah melayani. Jadi sabar saja. Maka kita minta tambah Pol PP untuk jaga keamanan,” ungkapnya lagi.
Waktu pelayanan sendiri dimulai dari pukul 07.30 hingga dengan 14.00 WITA pada masa normalnya. Akan tetapi biasanya waktu pendaftaran dibuka sampai dengan pukul 16.00 WITA. ****


