Kupang – Ribuan guru Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan calon legislatif (caleg) memadati Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan.
Para pendaftar ini berasal dari Kota Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sudah mengantre sejak subuh. Mereka wajib menjalani tes ini untuk memenuhi persyaratan pendaftaran sebagai caleg dan pemenuhan berkas PPPK.
Terdapat 1.679 orang guru yang berasal dari TTS dan 376 guru dari Kota Kupang yang akan mendaftar sebagai PPPK. Belum lagi ratusan caleg dari TTS dan caleg dari wilayah Kota Kupang.
Dominggus Lopo, seorang guru dari SD Inpres Papfatu Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Kupang, membenarkan ini saat diwawancarai di lokasi, Kamis 27 April 2023.
Ia dan beberapa guru lainnya telah sampai di Kota Kupang dan mengantre sejak Rabu 26 April 2023. Pada hari pertama ia yang tiba pukul 08.00 WITA tidak sempat mendaftarkan diri karena antrean sudah menumpuk.
Pada hari kedua ia bersama teman-temannya mendaftarkan diri lagi. Ia tiba sejak subuh atau pukul 04.00 WITA hingga waktu pelayanan dibuka sekitar 07.00 WITA.
Sampai dengan pukul 11.44 WITA namanya belum juga dipanggil. Menurutnya hari itu pun ia belum tentu bisa mendapatkan dokumen yang diinginkan. Beberapa orang lainnya yang juga sudah menunggu sejak 03.00 WITA pun belum dipanggil. .
Baca juga:Catatan Ringkas dari Uji Kelayakan dan Kepatutan Bacaleg PKB NTT
Pendaftaran untuk mendapatkan layanan ini memang bermodalkan salinan atau fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP). Nama mereka yang tiba juga dituliskan untuk dipanggil.
“Mereka suruh tulis nama tapi panggil pakai KTP. Waktu sampai sini jam 04.00 WITA sampai di sini diminta tulis nama terus antre tapi sudah banyak orang mereka panggil dari KTP yang kumpul itu,” ungkap dia.
Nantinya nama mereka akan dipanggil untuk membayar administrasi sebesar Rp 380.500 lalu dapat menjalani tes kejiwaan. Tarif ini sesuai dengan perda.
“Biasa mereka panggil caleg 50 orang, guru 50 orang, gantian” ungkap dia.
Baca juga : Bertemu Mama Peni di Pojok Belo, Sendirian Hidupi Suami ODGJ dan Anak Keterbelakangan Mental
Para pendaftar ini akan mengikuti tes tertulis sejumlah 567 soal. Nantinya 1 kloter berjumlah sekitar 100 orang dengan waktu tes selama 2 jam. Tes ini hanya dilakukan satu ruangan yaitu Ruang Liman. Ada tes wawancara lagi yang akan dilalui peserta bila belum memenuhi ketentuan dari tes tertulis.
“Kita pikir di sini (Kota Kupang) cepat tapi ternyata antre panjang di sini,” ujarnya.
Baca juga : Aparat Polisi Diduga Aniaya ODGJ di Lembata
Ia menduga pada hari tersebut pun dirinya belum mungkin dapat mengikuti tes tersebut dan menerima hasilnya karena masih banyak yang mengantre.
“Mungkin ini juga belum pasti terima hari ini juga hasilnya mungkin senin karena Sabtu libur,” sebut dia.
Dominggus menyampaikan ia tiba di Kota Kupang dan menginap di keluarganya. Memang di Kabupaten TTS tidak ada dokter atau pelayanan terkait kesehatan jiwa sehingga direkomendasikan ke Kota Kupang.
Ada dua rumah sakit yang menjadi rujukan yaitu RSJ Naimata dan Rumah Sakit Angkatan Laut Samuel J. Moeda Kupang. Sementara untuk pemeriksaan kesehatan jasmani dan narkoba bisa dilakukan di Kabupaten TTS.
Baca juga : Malaysia Cari PMI asal TTS yang 10 Tahun Tak Diizinkan Pulang
Mereka para guru harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum batas pendaftaran akhir PPPK pada 4 Mei 2023. Sejumlah persyaratan ini antara lain surat pajak, surat keterangan sehat rohani, kesehatan jasmani, keterangan bebas narkoba dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). ****


