Kupang – Pemerintah Timor Leste ingin bekerja sama dengan Indonesia bukan saja untuk membuka rute internasional untuk jalur darat tetapi juga jalur laut.
Konsul Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) untuk Indonesia di Kota Kupang, Joaquim Jacob Da Silva Fernandes, menyampaikan hal ini di kantornya, Selasa 18 Juli 2023.
Joaquim mengatakan hal tersebut telah menjadi pokok pembahasan saat Presiden Ramos Horta bertemu Presiden Joko Widodo di Jakarta, Juli 2022 lalu. Beberapa kesepakatan telah disetujui melalui perjanjian kerja sama termasuk rute laut ini.
Baca juga :NTT Rancang Kereta Api Cepat Kupang – Dili, Timor Leste Siap Buka Jalur Penyeberangan Laut
“Ada kesepakatan untuk transportasi atau jalur darat kedua negara,” sebut dia saat ditemui di kantornya, Selasa 18 Juli 2023.
Dalam kunjungan itu Pemerintah Timor Leste ingin dibukanya lintasan laut untuk penyeberangan kapal ferry rute Kupang (Indonesia) – Dili (Timor Leste) – Darwin (Australia).
Presiden dari Timor Leste dan Indonesia memang sudah mendiskusikan hal ini namun belum ada lagi pembahasan lanjutan. Timor Leste saat ini masih merampungkan penyusunan anggaran negara usai pemilihan Perdana Menteri beberapa waktu lalu.
Baca juga :Utusan Jokowi – Pemerintah Timor Leste Bahas Percepatan Kerjasama Perbatasan
Sementara yang berjalan saat ini adalah rute internasional untuk jalur darat Kupang – Dili. Ia menilai kerja sama jalur darat ini sangat memuaskan usai resmi beroperasi 30 Maret 2023.
Pemerintah Timor Leste menggunakan armada bus PT Babadox Express. Perusahaan ini diinisiasi oleh 21 pengusaha wanita Timor Leste. Mereka berinvestasi pada perusahaan ini.
“Kondisi bus ini bagus dan kedua belah pihak sangat puas jadi ke depannya akan ada penambahan jumlah bus. Ini sudah dibicarakan dengan para pengusaha wanita yang menjalankan bisnis ini,” ungkap Joaquim.
Baca juga : Zona Perdagangan Bebas dan Perbatasan Kembali Dibahas Indonesia-Timor Leste
Kerjasama bilateral dengan Indonesia memang menjadi salah satu prioritas dalam pembahasan anggaran tahunan dari pemerintahan Timor Leste.
“Itu sangat diprioritaskan bukan saja dari permintaan Presiden tetapi juga dari pemerintahan yang lalu untuk memprioritaskan kerjasama dengan Indonesia pada umumnya dan NTT khususnya,” ungkap Joaquim.
Zona perdagangan bebas atau Free Trade Zone juga akan dibahas lebih lanjut usai rancangan anggaran negara tersebut rampung.
Baca juga : Xanana Gusmao Setuju Penghapusan Pajak Berganda
Free Trade Zone sendiri menjadi salah satu dari kesepakatan yang sudah ditandatangani oleh Pemerintah Timor Leste dan Indonesia di Istana Bogor beberapa tahun lalu.
“Rapat teknis masih dilakukan dan dalam pergantian pemerintahan ini kita akan lihat lagi perkembangan informasi terbaru setelah pembahasan anggaran tahunan di-approved,” jelasnya.
Kerja sama yang saat ini sudah berjalan seperti rute bus internasional Kupang – Dili yang resmi beroperasi 30 Maret 2023 lalu. ****




