Kupang – Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) siap membuka jalur penyeberangan laut melalui Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Jalur maritim itu diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi kedua kawasan.
Direktur Jenderal Transportasi dan Komunikasi RDTL Constantino Soares menyampaikan hal tersebut usai peluncuran rute bus antar negara Kupang – Dili, Kamis (30/3/2023) di Terminal Bimoku, Kupang.
“Untuk penyeberangan penumpang nantinya ke depan. Kita ada wacana itu,” ujar Constantino.
Baca juga: Hari Ini Mulai Beroperasi, Bus Timor Leste Banyak Fasilitas dan Ramah Disabilitas
Constantino dalam sambutannya menyampaikan keinginan Timor Leste mengaktifkan jalur laut Timor Leste – NTT khususnya untuk penyeberangan orang. Jalur laut ini nantinya dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat di kedua negara untuk saling membangun hubungan baik terutama dalam segi ekonomi.
“Ke depan bisa saja kita buka penyebrangan jalur maritim antara Kupang dan Dili,” kata dia.
Pembukaan jalur ini sendiri melalui pembahasan bersama kedua pemimpin negara yaitu Presiden Indonesia Jokowi dan Presiden RDTL Jose Ramos Horta. Pada 19 Juni 2022 lalu telah dilakukan penandatanganan kesepakatan bilateral mengenai hal tersebut. Pembukaan jalur ini sempat diundur dari Desember 2022 dan Januari 2023 karena adanya alasan teknis. Peluncuran jalur darat antar negara ini telah resmi dilakukan 30 Maret 2023 ini.
Terkait jalur laut, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengapresiasi seluruh usaha yang telah dilakukan. Viktor sendiri kepada media menyampaikan pembahasan akan segera dilakukan. Sementara yang telah berjalan adalah penyeberangan barang.
“Tidak lama lagi,” tanggap Viktor singkat.
Baca juga: Indonesia Bebaskan Visa Kunjungan untuk Warga Timor Leste, Berlaku 30 Hari
Dalam kesempatan yang sama, Viktor memaparkan rencana membangun kereta api cepat Kupang – Dili ataupun Kupang – Oecusse.
Viktor mengatakan akan mendiskusikannya dengan Dirjen Perhubungan Darat RI untuk mendesain kereta api cepat Kupang – Dili dan rute Kupang – Oecusse. Alasannya, Pulau Timor adalah memiliki berbagai sumber daya alam, pulau dengan dua negara, bisa mengembangkan bisnis kolaborasi yang besar, juga didukung empat bandara internasional.
Menurut Viktor banyak barang atau logistik di kedua negara yang saling dibutuhkan baik oleh kedua wilayah itu sendiri. Dengan dibukanya infrastruktur dan jalur kedua wilayah memungkinkan pengembangan bisnis seperti produk olahan daging. Menurut dia kerja sama Timor Leste dan Brazil soal ekspor dan impor daging sangat mendukung pengembangan bisnis itu.
Dia mencontohkan Cina yang dapat mengejar pembangunan infrastruktur seperti jalan tol setelah tertinggal dalam hal yang sama dari Indonesia. Namun saat ini Indonesia sendiri sudah menggunakan kereta cepat dari Cina.
“Kita bikin rencana-rencana dulu. Namanya mengkhayal dulu. Semua itu haru punya mimpi. Visi dulu sambil nanti Pak Dirjen berdoa siapa tahu bisa jadi,” ujar Viktor. (Putra Bali Mula)




