• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

Visa Pertanian Australia Jadi Peluang Generasi Muda Sumba

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Agribisnis, Bisnis
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi petani di Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (KatongNTT.com)

Ilustrasi petani di Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (KatongNTT.com)

0
SHARES
286
VIEWS

Kupang – Generasi muda asal Pulau Sumba berharap bisa ikut dalam program visa pertanian (Agriculture Visa Program) yang ditawarkan Pemerintah Australia.

Program tersebut bisa menambah keterampilan bidang pertanian/peternakan, sekaligus bekal untuk kembali membangun wilayah Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Meri Ina Kii yang sedang merintis wirausaha ternak yakin program visa pertanian Australia itu sebagai peluang bagus untuk para tenaga keja muda dalam menambah pengalaman.

Bekal pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh bisa digunakan untuk mengelola lahan di Pulau Sumba yang belum digarap.

Lulusan Program Parsca Sarjana dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut berharap ada kemudahan bagi generasi muda NTT, khususnya dari Sumba agar banyak yang bisa magang dan menimba ilmu.

“Ini gagasan yang bagus dan kesempatan belajar, peluang bagi orang muda untuk menambah pengetahuan tentang pertanian modern. Banyak hal yang bisa dipelajari dan menjadi bekal ketika kembali ke NTT,” ujarnya Senin (21/2/2022).

Meri mengakui ada sejumlah kendala dan tantangan ketika hendak berkarir di Australia, tetapi Agriculture Visa Program ini bisa memberikan kemudahan dan fasilitasi khusus bagi Indonesia, terutama NTT.

“Di Sumba Barat banyak lahan kosong yang belum dikelola. Program ini bisa menyiapkan tenaga kerja yang handal dan tentunya membutuhkan banyak dukungan lainnya,” ujar Meri kepada KatongNTT.com.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Menteri Pertanian dan Wilayah Utara Australia David Littleproud MP menawarkan visa khusus bagi pekerja pertanian Australia tersebut.

Tawaran itu sudah disampaikan kepada Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Hal yang sama juga disampaikan pihak Australia dalam pertemuan dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Menaker Ida Fauziyah menyambut baik inisiatif tersebut. Namun, masih banyak hal yang harus didalami seperti upah, perlindungan sosial, kontrak kerja, dan cost structure.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat menerima kunjungan David Littleproud mendorong kerja sama bagi petani milenial Indonesia. Namun, karena ada perbedaan kondisi pertanian Indonesia dan Australia, maka perlu berbagai pelatihan pendahuluan dan penyesuaian.

“Saya cukup berbahagia karena Menteri Pertanian Australia menawarkan agar petani muda milenial kita bisa bekerja atau magang di Australia,” kata Syahrul.

Secara terpisah, Robert Raya , warga NTT yang tinggal di Sydney, Australlia, juga mendorong semakin banyak yang ikut program tersebut. Australia saat ini membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama pada masa panen pertanian dan produk hortikultur lainnya.

Di beberapa sentra produsen, banyak buah/sayur tidak bisa dipanen karena minimnya tenaga kerja. “Tidak sedikir buah-buahan dan sayuran yang tidak dipanen sehingga pasokan ke pasar atau toko berkurang dan akhirnya harga pun meningkat,” kata Robert.

Tawaran program dari Australia ini untuk semua negara di Asia Pasifik sehingga Indonesia perlu lebih aktif untuk berpartisipasi. Apalagi, posisi Australia sangat dekat dengan Indonesia, khususnya NTT yang sebenarnya bisa menjadi mitra dalam jangka panjang. [K-02]

Tags: #Sumba#VisapertanianAustralia
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati