• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

WALHI NTT Adukan 3 Konflik Agraria ke Kementerian ATR/BPN

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WALHI NTT adukan 3 konflik agraria ke Kementerian ATR/BPN (dok. WALHI NTT)

WALHI NTT adukan 3 konflik agraria ke Kementerian ATR/BPN (dok. WALHI NTT)

0
SHARES
141
VIEWS

Kupang – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadukan 3 konflik agraria ke Kementerian ATR/BPN. Pengaduan tersebut disampaikan bersama dengan 11 Provinsi lain terkait persoalan yang sama.

Direktur WALHI NTT, Umbu Wulang Tanaamah Paranggi saat bertemu Wakil Menteri ATR/BPN mengatakan, pihaknya mengidentifikasi setidaknya ada 3 model konflik agraria di NTT. Ia mengingatkan kembali terkait konflik yang pernah dilaporkan masyarakat bersama WALHI NTT ke Kementerian ATR/BPN.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

Umbu menjelaskan, model konflik pertama yakni di sektor pariwisata. Konflik yang terjadi di Sumba Barat itu menewaskan Poroduka. Insiden tembakan polisi yang merenggut nyawa Poroduka itu terjadi di tepi pantai Morasi karena konflik antara masyarakat adat dan PT Sutra Morasi Kharisma.

“Tanah Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan ini seharusnya sudah ditetapkan sebagai tanah terlantar,” kata Umbu dikutip dari laman resmi WALHI NTT.

Umbu mengatakan, konflik agraria di NTT juga terjadi di sektor infrastruktur. Rencana pembangunan Waduk Lambo di Nagekeo mendapat penolak dari masyarakat.

Yang ketiga, menurut Umbu adalah konflik agraria sektor perkebunan monokultur. Umbu mengambil contoh konflik antara masyarakat adat dan PT Muria Sumba Manis atas lahan seluas 52 ribu hektar. Lahan seluas itu ditujukan untuk pembangunan perkebunan tebu dan memenuhi ambisi menjadi pabrik gula terbesar di Indonesia timur.

“Masyarakat menolak pembangunan kebun dan pabrik milik Grup Djarum dan Wings karena berada di atas tanah adat,” jelas Umbu.

Baca juga: Walhi NTT Soroti Gagalnya Moratorium Izin Tambang

Ia menegaskan, konflik agraria di NTT tidak terlepas dari konflik antara masyarakat dan korporasi.

“Konflik vertikal antara pemerintah dan masyarakat serta perusahaan dan masyarakat,” kata Umbu.

Kepada KatongNTT, Umbu menyampaikan 3 lokasi konflik yang diadukan ke Kementerian ATR/BPN memiliki luas totalnya sekitar 11 ribu hektar.

Lokasi konflik tersebut yakni Waduk Lambo di Nagekeo, konflik HGU Nangahale di Sikka dan di Sumba Timur terkait perkebunan tebu dan pabrik gula PT. Muria Sumba Manis.

Wakil Menteri ATR/BPN, Raja Juli Antoni mengatakan akan memperbaiki sistem perekaman data konflik agraria dan laporan masyarakat. Pihaknya akan mendalami untum merespon dan menyelesaikan persoalan konflik agraria di Indonesia.

“Berkaitan dengan laporan yang disampaikan WALHI, kami berharap data dan informasi lengkapnya segera disampaikan agar penyelesaian konflik dapat dilakukan dengan cara kolaboratif antara kami dan WALHI, sehingga bermanfaat untuk Indonesia kita,” kata Raja Juli. *****

Baca juga: Walhi Sebut Pengelolaan Sampah Kumpul-Angkut-Buang di Kota Kupang Saatnya Ditinggalkan

Tags: #kementerianatrbpn#konflikagraria#NTT#ptmuriasumbamanis#umbuwulang#Walhintt
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati