Warga Sikka Meninggal Usai Dideportasi dari Malaysia

Ririen Antonius, warga asal Kabupaten Sikka, NTT berada di RSUD Nunukan setelah dideportasi dari Malaysia. Ririen meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan (ist)

Ririen Antonius, warga asal Kabupaten Sikka, NTT berada di RSUD Nunukan setelah dideportasi dari Malaysia. Ririen meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan (ist)

Kupang – Seorang warga asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Korban diketahui bernama Ririen Antonius itu meninggal dunia usai dideportasi dari Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.

Berdasarkan surat perjalanan laksana paspor, tercatat alamat Ririen dari Desa Maluriwu, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka. Informasi dari Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB), Ririen dibawa ke RSUD Nunukan setelah tiba di rumah susun yang dijadikan tempat penampungan sementara bagi pekerja migran yang dideportasi.

Ririen dideportasi dari Malaysia bersama 231 pekerja migran yang dideportasi dari Kota Kinabalu. Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara melaporkan, pekerja migran yang dideportasi sebanyak 343 orang. Mereka dideportasi dari Kota Tawau dan Kinabalu.

Baca juga: Padma Usul Payung Hukum Aturan Pinjaman Uang Tanpa Agunan ke Pekerja Migran

Ririen dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (14/10/2022) pukul 04.37 WITA. Dalam laporannya, BP3MI Kalimantan Utara belum menjelaskan penyebab kematian Ririen dan masih menunggu penjelasan dari pihak rumah sakit.

Para pekerja migran itu tiba di pelabuhan Tunon Taka, Nunukan pada Kamis (13)10/2022). Dari pelabuhan mereka diantar ke rumah susun sebagai tempat penginapan sementara.

Informasi yang diterima KatongNTT, jenazah almarhum Ririen, warga asal Kabupaten Sikka itu akan dikebumikan di pekuburan Nunukan. Keputusan itu diambil setelah ada musyawarah dengan keluarga dekat almarhum dan Perkumpulan Keluarga Besar NTT.*****

Baca juga: Keluarga Minta Jenazah PMI Asal NTT Dipulangkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *