Kupang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang perairan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Peringatan gelombang tinggi yang berlaku 31 Juli hingga 2 Agustus ini dapat berdampak terhadap perahu nelayan, kapal tongkang, hingga berisiko tinggi terhadap penyeberangan kapal ferry.
Baca juga : Gelombang Setinggi 4 Meter Rusak Perahu Nelayan dan Kafe di Kota Kupang, Kerugian Capai Ratusan Juta
Plt Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Agung Sudiono Abadi, mengatakan gelombang dapat mencapai 3 meter di perairan NTT.
Untuk wilayah Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Perairan Selatan Kupang – Rote dan Samudera Hindia selatan Kupang – Rote tinggi gelombangnya berkisar antara 1.25 – 2.5 meter.
Baca juga : Timor Leste Ingin Buka Jalur Laut Kupang – Dili – Darwin
“Ini yang beresiko tinggi terhadap Perahu Nelayan dan Kapal Tongkang,” kata Agung dalam keterangannya Senin 31 Juli 2023.
Sedangkan di wilayah Samudera hindia selatan Sumba – Sabu, lanjut Agung, akan terjadi gelombang 2.5 – 3.0 meter.
Baca juga : Jumlah Nelayan NTT Masuk Australia Secara Ilegal Meningkat Drastis
“Gelombang ini beresiko tinggi terhadap kapal ferry,” tambahnya.
Kondisi cuaca di perairan NTT umumnya cerah berawan hingga berawan, dan angin umumnya bertiup dari arah Timur – Tenggara dengan kecepatan 4 – 25 knot atau mencapai 46,3 kilometer per jam. ****




