Kupang – Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur (BI NTT) memfasilitasi 4 UMKM di NTT untuk mengikuti kurasi produk dan telah dinyatakan lolos ke ajang Bali Jagadhita Culture Week (BJCW) Juni mendatang.
Kurasi produk sendiri ini menjadi proses penyeleksian terhadap produk UMKM yang sudah terdaftar sebelum produk tersebut dapat diekspor atau dinaikkan kelasnya.
Untuk kurasi UMKM Road to Bali Jagaditha ini pun bekerjasama dengan kurator nasional di antaranya adalah chef Ida Bgs Gde Desimarta untuk sektor food dan designer Ali Charisma untuk sektor fashion.
Baca juga : Alfamart dan Indomaret Diduga Setengah Hati Gandeng UMKM
BI NTT mengirimkan UMKM dari sektor food yaitu MoriGe dan Hasrinda, serta UMKM dari sektor fashion yaitu Tenun Sawonga Ende dan Tiell Ethnic.
“Kegiatan kurasinya berjalan lancar dengan beberapa masukan dari kurator untuk pengembangan UMKM,” sebut Kepala Perwakilan BI NTT, Agus Sistyo Widjajati dalam keterangannya, Kamis 7 Maret 2024.
Saran untuk UMKM food yakni peningkatan penggunaan bahan baku yang bisa menekan stunting dan mempertahankan kualitas cita rasa. Saran untuk UMKM fashion agar menerapkan sustainable fashion serta mengembangkan skill sebagai fashion designer.
Baca juga : Karya Tenun Pelajar NTT Tampil di Jakarta Fashion Week
Tenun Sawonga Ende dan Tiell Ethnic pada kurasi tersebut juga diminta untuk melakukan business matching penjualan agar tercipta ekosistem produk siap pakai yang lebih besar dan kompetitif di pasar regional dan nasional.
Business matching sendiri adalah sebuah pertemuan bisnis atau juga dikenal dengan sebutan Business to business (B2B). Tujuan utamanya agar tercipta koneksi antara pebisnis satu dengan pebisnis lainnya, yang memiliki pola bisnis yang mirip.
Baca juga: Bank Dunia Sebut UMKM Tulang Punggung Ekonomi Dunia
Sedangkan BJCW ini sendiri merupakan flagship event tahunan yang diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas UMKM Bali dan Nusa Tenggara. Tujuannya untuk mempromosikan produk-produk UMKM, meningkatkan kapasitas UMKM dalam memanfaatkan potensi pasar domestik maupun ekspor.
Event ini pun untuk mendorong transformasi digital, memperluas akses UMKM ke pasar domestik dan global serta memfasilitasi business matching pembiayaan Kredit Usaha Rakyat kepada UMKM. ***




