5 Ribu Ton Beras Vietnam Masuk NTT, Bulog Belum Tahu Pendistribusiannya

Lima ribu ton beras yang diimpor dari Vietnam tiba di NTT, Jumat, 13/1/2023 (Ruth-KatongNTT)

Lima ribu ton beras yang diimpor dari Vietnam tiba di NTT, Jumat, 13/1/2023 (Ruth-KatongNTT)

Kupang – Sebanyak 5 ribu ton beras impor dari Vietnam tiba di Pelabuhan Tenau, Kupang, NTT pada Jumat, 13 Januari 2023. Menggunakan kapal Hoang Trieu 69.

Sebelumnya Pemimpin Wilayah Bulog NTT, Mohamad Alexander mengatakan beras di NTT cukup hingga April mendatang.

Baca Juga: Stok Beras di NTT Aman Hingga Empat Bulan Ke Depan

Deny Kurniawan, Manager Pengadaan Bulog NTT menyebut, beras impor ini selanjutnya akan disimpan untuk cadangan pemerintah.

“Tujuan pastinya beras impor ini kami masih menunggu arahan dari kantor pusat. Tapi biasanya beras cadangan pemerintah itu untuk bencana alam, atau kerawanan pangan, stabilisasi harga pangan di pasaran,” jelasnya pada awak media.

Terkait bencana yang akhir-akhir ini terjadi di NTT, Deny belum bisa memastikan apakah beras-beras ini akan didistribusikan ke sana atau tidak.

“Sampai saat ini belum ada keputusan akan didistribusikan ke mana saja. Nanti baru akan dikoordinasi,” jelasnya.

Beras ini disebut dapat bertahan satu hingga dua tahun. Beras asal Vietnam dan Thailand ini didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

Setiap wilayah mendapat jumlah yang berbeda. Masing-masing ditentukan dari pusat.

Deny Kurniawan, Manager Pengadaan Bulog NTT menyampaikan kedatangan beras impor kepada awak media di pelabuhan Tenau (Ruth-KatongNTT)
Deny Kurniawan, Manager Pengadaan Bulog NTT menyampaikan kedatangan beras impor kepada awak media di pelabuhan Tenau (Ruth-KatongNTT)

Untuk kualitas beras yang didistribusikan ke NTT, menurut Deny setara dengan beras premium. Namun Bulog mengategorikan sebagai beras medium.

“Ini beras brokennya 5%. Jadi kalau di sini biasanya setara dengan beras premium. Tetapi kami memasukkannya ke dalam beras medium,” jelas Deny.

Jika beras impor ini dijual ke masyarakat, maka Bulog menjualnya dengan kisaran harga Rp10 – 11 ribu per kilogram.

Deny mengatakan beras impor terakhir masuk tahun 2018. Belum diketahui apakah akan ada lagi impor beras setelah tahun ini.

“Sampai saat ini kami masih dapat informasi untuk sekali ini saja. Kemungkinan kalau masih ada lagi tahap kedua kami akan berikan informasi lebih lanjut.” ujar Deny.

 

Beras Lokal Belum Cukup Penuhi Kebutuhan Beras di NTT

Untuk daya hasil pertanian di NTT, Alexander mengatakan belum mampu menjawab kebutuhan beras masyarakat NTT seutuhnya.

Sehingga perlu pasokan beras dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan.

Namun sebutnya, hasil beras di NTT di 2022 meningkat tajam dari tahun sebelumnya.

Selama tahun 2022, Bulog NTT menyerap sebanyak 1.250 ton beras lokal. Atau sebesar kurang lebih 250% dari target yang telah ditetapkan perusahaan.

“Di banding tahun 2021, itu kita mungkin di bawah 10% total penyerapan beras lokal Se-NTT. Kecil sekali,” ujarnya.

Baca Juga: 10 Brand Penyumbang Sampah Plastik di Perairan Kupang

Ia menuturkan, sedikitnya beras yang dihasilkan petani di NTT pada 2021 oleh karena terjadinya badai Seroja serta pembangunan masif di daerah.

“Salah satunya misalnya di Labuan Bajo itu ada pembangunan bendungan di sana. Jadi itu salah satu kendala. Pasokan beras jadi sedikit,” jelasnya.

Untuk 2023, Alexander mengatakan NTT masih perlu memasok pasar dari luar provinsi. Oleh karena untuk kebutuhan konsumsi secara rata-rata perbulan masih belum terpenuhi. Kalau masih diharapkan dari lokal.

“Mungkin setahun dua tahun depan (bisa penuhi). Makanya pemda, semua stakeholder bergerak. Dan bisa lebih gairahkan petani untuk menanam padi,” ucapnya.*****

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *