• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Desember 5, 2025
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

666 Kasus Gigitan Anjing Terjadi di TTS Pasca KLB Rabies

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 1 min read
A A
0
2 Balita Tewas, Rabies Merajalela di TTS

Ilustrasi gigitan anjing merajalela di TTS. (Pixabay)

0
SHARES
44
VIEWS

Kupang – Pemerintah Daerah (Pemda) Timor Tengah Selatan (TTS) mencatat laporan gigitan anjing mencapai 666 kasus hingga 3 Juli 2023.

Jumlah ini terus bertambah sejak kasus rabies di TTS ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 30 Mei 2023.

BacaJuga

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025
Kampung adat Ratenggaro di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT (Dok.Antara)

Bukan Hanya Soal Dipalak: Belajar dari Ribut-ribut Jajago di Sumba

23 Mei 2025

Kepala Dinas Kesehatan TTS, Ria Tahun menyatakan ada 1 bayi yang menjadi korban gigitan anjing, 105 balita, 233 anak usia sekolah, 263 warga usia produktif dan 64 orang lansia.

Baca juga : 5 Anak Korban Rabies Tutup Usia, Andai Segera Dicegah

Kasus dengan gejala khas rabies sendiri sebanyak 6 orang, 107 orang dengan gejala tidak khas rabies, lalu 553 orang lainnya tidak atau belum memiliki gejala.

“Hingga dengan 3 Juli 2023 itu pun sudah 166 desa yang menjadi daerah penyebaran rabies. Ada 6 orang meninggal dunia dan 660 orang rawat jalan,” kata Ria Tahun dalam keterangannya Selasa 4 Juli 2023.

Sementara sisa stok vaksin anti rabies (VAR) untuk korban tinggal 91 vial lagi sedangkan serum anti rabies (SAR) tinggal 4 vial.

Baca juga : Pemda TTS Ancam Pidana Pemilik Hewan Penular Rabies

Awalnya TTS mendapatkan 3000 vial VAR dan 74 vial SAR. Sisa stok sebelumnya yaitu 169 vial VAR dan 9 vial SAR.

Berdasarkan data 3 Juli 2023 itu diketahui 772 orang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama, 770 orang mendapat vaksin kedua, 515 orang divaksin dosis ketiga dan 153 orang mendapat vaksin keempat.

Sedangkan vaksin rabies bagi hewan penular rabies (HPR) tersisa 464 dosis. HPR ini terdiri dari anjing, kucing dan kera yang harus divaksin.

Anjing yang telah divaksin sebanyak 5.172 ekor. Kucing yang divaksin sebanyak 361 ekor, dan 3 ekor kera. Total HPR yang sudah divaksin mencapai 5.536 ekor.*****

Tags: #anjingrabies#AnjingrabiesTTS#KejadianLuarBiasarabiesTTS#KLBrabiesTTS#RabiesTTS#VaksinRabies
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Kampung adat Ratenggaro di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT (Dok.Antara)

Bukan Hanya Soal Dipalak: Belajar dari Ribut-ribut Jajago di Sumba

by PriyaHusada
23 Mei 2025
0

Ketika video viral tentang wisatawan merasa dipalak di Ratenggaro bikin geger, NTT dihadapkan lagi pada pertanyaan lama: Apakah kita sudah...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati