KUPANG – Layanan bus DAMRI rute Kota Kupang menuju Dili, ibu kota negara Timor Leste dan sebaliknya mulai beroperasi pada 30 Maret 2023. Hal tersebut merupakan bagian dari nota kesepahaman (MoU) tentang On Cross Border Movement of Commercials Buses and Coaches Between Indonesia and Timor Leste.
“Layanan bus DAMRI Kupang-Dili PP resmi dibuka 30 Maret 2023, dan gratis khusus di tanggal pembukaan layanan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Isyak Nuka, Sabtu (25/3/2023).
Isyak menjelaskan layanan bus DAMRI tersebut mulai beroperasi setelah kendala teknis yang sebelumnya dihadapi pihak Timor Leste telah diatasi. Adapun dua unit bus DAMRI masing-masing berkapasitas 16 penumpang akan beroperasi dari Kupang menuju Atambua, Kabupaten Belu, kemudian menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota’ain dan selanjutnya ke Dili.
Baca: Operasional Bus DAMRI Trayek Kupang – Dili Menunggu Kesepakatan Tarif Dua Negara
Dikatakan, Pemerintah Provinsi NTT menyambut gembira layanan transportasi antarnegara tersebut yang bisa berdampak positif bagi perekonomian masyarakat. Salah satunya, dapat memacu arus kunjungan wisatawan mancanegara yang masuk dari Timor Leste ke Indonesia melalui NTT.
Seperti ditulis Antara, beroperasinya bus DAMRI berkaitan rencana pengoperasian layanan Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) rute Kupang-Dili sebagai bagian dari nota kesepahaman (MoU) tentang “On Cross Border Movement of Commercials Buses and Coaches Between Indonesia and Timor Leste”.
Hal ini pernah dibahas Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Republik Demokratik Timor Leste Taur Matan Ruak di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Februari 2023 lalu. Kedatangan PM Taur Matan Ruak merupakan lawatan resmi ketiganya ke Indonesia.
Laporan Katongntt.com sebelumnya menyebutkan DAMRI menyiapkan dua armada bus tipe medium long untuk jarak tempuh sekitar 400 kilometer dengan waktu sekitar 12 jam. Armada ini menggunakan bus jenis Isuzu NQR 71.
Menurut Ruslan selaku General Manager DAMRI Kupang, pihaknya juga bekerja sama dengan swasta menyiapkan tiga unit bus, yakni Perusahaan Otobus (PO) Bagong asal Jawa Timur. [K-02]




