• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Mei 13, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Keuskupan Agung Jakarta Gelar Pelatihan Teknologi untuk Tunanetra

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Keuskupan Agung Jakarta Gelar Pelatihan Teknologi untuk Tunanetra

Penyandang tunanetra mengikuti pelatihan laptop bicara yang diselenggarakan oleh Lembaga Daya Dharma.

0
SHARES
20
VIEWS

Jakarta – Lembaga Daya Dharma (LDD) Keuskupan Agung Jakarta menggelar pelatihan teknologi untuk penyandang diabilitas, termasuk tunanetra. Dengan pelatihan tersebut diharapkan teknologi membantu mobilitas penyandang tunanetra dalam beraktivitas dan memenuhi  kebutuhan hidupnya.

“Kami mendorong penyandang tunanetra untuk mandiri lewat teknologi di era digital saat ini, teknologi dalam hal ini HP (hand phone) dan laptop dibutuhkan penyandang tunanetra untuk berkomunikasi, membebaskan dari kemiskinan informasi, bahkan mampu melahirkan ide atau gagasan yang bagus,” ujar Penanggung Jawab Pelatihan Laptop dan HP Bicara, Lembaga Daya Dharma (LDD) Keuskupan Agung Jakarta, Ferry Jansen Situngkir, di Jakarta, Kamis (25/5/2023).

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Baca : Komnas Disabilitas Pastikan Layanan DITA 143 Inklusif

Dia melanjutkan, penguasaan penggunaan laptop dan HP penting bagi kelancaran pekerjaan maupun pendidikan.  Saat ini teknologi sudah berkembang demikian pesatnya. Bagi masyarakat, tak terkecuali penyandang tunanetra yang tidak mampu beradaptasi dengan teknologi atau dengan kata lain tidak mampu mengoperasikannya, tentu akan banyak tertinggal.

“Hampir semua sektor berbasis digital, apalagi sektor pekerjaan dan pendidikan. Kami harap pelatihan ini dapat membantu mereka,” tukas Ferry.

Berbeda aplikasi HP dan laptop pada umumnya, aplikasi pada HP dan laptop yang digunakan penyandang tunanetra dilengkapi pembaca layar, sehingga memudahkan penggunanya bernavigasi melalui pendengaran. Instrukturnya pun tunanetra, menunjukan pengalaman dan kapasitasnya, sehingga lebih bisa diterima peserta.

Baca : Dinna Noach, Staf Khusus Gubernur NTT Melawan Stigma dan Diskriminasi Penyandang Disabilitas

Pelatihan dimulai pada Mei, dengan sepuluh kali pertemuan, dan berakhir pada Juli 2023. Robert Trikora, salah satu peserta pelatihan mengatakan, banyak manfaat yang diperolehnya dari pelatihan tersebut.

“Awalnya memang tidak mudah, karena harus banyak menggunakan indera pendengaran, juga perabaan jari. Namun lama-lama terbiasa. Memang beginilah cara kami menggunakan teknologi,” ungkapnya.

Sementara itu, pemerintah dikabarkan pernah menggarap proyek laptop Merah Putih atau diberi nama Diktiedu. Laptop karya anak bangsa itu digarap gotong royong bersama tiga universitas ternama di Indonesia, yakni Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Dua tahun silam, Sekretaris Direktur Jenderal Dikti, Paristiyanti Nurwardani mengatakan, laptop anyar itu dirancang untuk bisa digunakan tunanetra. Kemudian juga dilengkapi dengan unik software untuk e-modul Dikti serta secure test.

Namun saat ini, belum ada perkembangan lagi terkait dengan program laptop yang juga pernah diutarakan oleh jajaran Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi. [IH]

Tags: #Disabilitas#LDD#Tunanetra
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati