Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengekspor material yang menjadi bahan baku pembuatan beton, jalan dan rel kereta api ke Amerika Serikat dan Korea Selatan (Korsel).
Bahan baku ini tercatat dalam ekspor barang asal NTT yang dilakukan dari pelabuhan NTT maupun pelabuhan ekspor luar NTT pada April 2023.
Baca juga: Belu Berhasil Ekspor Perdana Tomat ke Timor Leste
Rincian dari Badan Pusat Statistik (BPS) NTT disebutkan ekspor ke Amerika dan Korsel berupa kerikil, gravel, batu pecah atau batu tumbuk yang lazim digunakan untuk campuran beton, pengeras jalan atau rel kereta api.
Bahan baku ini juga bisa digunakan untuk pembuatan pemberat lainnya ataupun untuk penutup atap dan flint yang bisa diolah dengan dipanaskan maupun tidak.
Selain itu kedua negara ini juga memesan makadam baik itu dari terak sampah atau dari sisa buangan industri semacam itu. Komoditi ini biasanya dipakai untuk bantalan rel kereta api.
Baca juga : Belu Ekspor Perdana Alat Pertanian ke Timor Leste
Amerika diketahui memesan juga ubin dan barang semacam itu yang permukaan terluasnya dapat menutupi bujur sangkar dengan sisi kurang dari 7 centimeter.
Negeri Paman Sam ini juga memesan komoditi lainnya berupa mineral termasuk serat karbon, barang dari serat karbon dan barang dari gambut.
Sebelumnya, Demarce Sabuana Statistisi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, 5 Juni 2023 lalu, memaparkan total ekspor asal NTT dari pelabuhan NTT maupun melalui pelabuhan luar.
Baca juga : Pabrik Pakan Ternak di NTT Belum Terwujud, Terkendala Produksi TJPS
Total ekspor keseluruhan baik itu dari pelabuhan dalam NTT dan luar NTT sejumlah US$ 4,5 juta. Jumlah ini terdiri dari ekspor US$ 4,2 juta ke Timor Leste, US$ 69.915 ke Amerika Serikat, US$ 50.262 ke Korsel, lalu US$ 165.413 ke negara lainnya. Jumlah ini memang tidak terbilang besar.
Ia menjelaskan ekspor pada bulan April 2023 mencapai US$ 4,43 juta dari ekspor migas dan non migas dengan volume sebesar 7.169,6 ton. Total ekspor ini yang dikirim langsung dari wilayah NTT ke tujuan ekspor.
“Jumlah ini turun 22,74 persen dibandingkan Maret 2023 lalu,” kata dia.
Baca juga : Pernah Dikembangkan di Sumba, Tanaman Sisal Hasilkan Serat Alami
Total ekspor ini berasal dari ekspor migas NTT senilai US$ 110 ribu dan US$ 1,19 juta dari non migas. Bila dibandingkan tahun sebelumnya maka ekspor ini mengalami kenaikan 73 persen.
“NTT lebih cenderung non migas karena kita bukan daerah penghasil migas,” tukas Demarce.
Sektor industri pengolahan, lanjut dia, memberikan kontribusi terbanyak US$ 4,1 juta atau 92 persen dari keseluruhan total ekspor April ini.
Andil sektor pertanian terhadap ekspor sendiri sebesar 3,96 persen dari total ekspor atau US$ 163.188. Sedangkan sektor pertambangan tidak memberikan andil terhadap ekspor. ****




