Kupang – Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao menyetujui penghapusan pajak berganda dan perlindungan investasi.
Xanana mengungkapkan ini dalam pidato pelantikannya sebagai Perdana Menteri Timor Leste yang kesembilan, Sabtu 1 Juli 2023. Ia ingin pemerintah dan legislatif di Bumi Loro Sae melancarkan aturan tersebut.
Menurut Xanana ini adalah rekomendasi yang diperlukan dan diharapkannya menjadi perhatian parlemen nasional hingga pemerintah.
Baca juga : Timor Leste Pesan Bus dari Cina Untuk Rute Dili – Kupang
“Untuk melakukan semua tindakan legislatif yang diperlukan seperti penghapusan pajak berganda, perlindungan investasi dan komisi arbitrase untuk penyelesaian sengketa yang cepat dan adil dan lain-lain,” tukas Xanana.
Xanana awalnya menyampaikan beberapa rekomendasi terkait posisi Timor Leste sebagai anggota termuda ASEAN.
Baca juga : Ramos Horta Kembali Maju Pilpres Timor Leste, Xanana Beri Restu
Rekomendasi Xanana misalnya soal pembentukan Komite Parlemen Untuk ASEAN agar mempercepat pula proses legislatif yang diperlukan dalam hal ratifikasi perjanjian.
“Segala upaya harus dilakukan agar aksesi formal Timor-Leste ke ASEAN dapat dirayakan pada masa kepresidenan Indonesia yaitu pada tahun 2023 atau 2024,” ungkap pria yang pernah menjabat Perdana Menteri Timor Leste keenam ini.
Xanana juga menegaskan ulang komitmen Timor Leste dalam pertemuan KTT ASEAN di Labuan Bajo.
Baca juga : Indonesia Bebaskan Visa Kunjungan untuk Warga Timor Leste, Berlaku 30 Hari
Menurut dia, integrasi ke dalam ASEAN memberikan peluang investasi bagi Timor-Leste dalam pemenuhan pembangunan yaitu pada pilar-pilar strategis yang secara signifikan akan meningkatkan kesehatan, pendidikan dan kualitas hidup rakyat.
Penghapusan pajak berganda dan perlindungan investasi ini adalah buah kesepakatan Presiden Republik Demokratik Timor Leste Francisco Guterres Lu Olo dan Presiden Indonesia Joko Widodo.
Kedua kepala negara ini bertemu di Istana Bogor, Indonesia, 28 Juni 2018 lalu dan menyepakati peningkatan hubungan bilateral melalui perdagangan dan investasi.
Baca juga : Jumlah Warga Asing Melintas di Motaain Melonjak Pasca Bebas Visa Kunjungan
Indonesia dan Timor Leste sepakat bakal menghapus pajak berganda untuk memperkuat hubungan ekonomi antara keduanya. Kesepakatan ini merupakan salah satu dari 3 kesepakatan kedua negara ini saat itu.
“Indonesia akan menjadi mitra utama Timor Leste,” ungkap Jokowi melansir keterangan pers Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia menjadi mitra utama Timor Leste dengan adanya 9 BUMN dan sekitar 400 perusahaan yang dimiliki Warga Negara Indonesia di Timor Leste.
“Nilai investasi Indonesia di Timor-Leste mencapai US $ 595 juta. Kedua negara menyepakati perlindungan investasi dan perjanjian penghindaran pengenaan pajak berganda,” tukasnya. ****




