Kupang – Warga desa bisa berinvestasi dan memiliki saham di pasar modal untuk menambah pendapatan selain bertani dan beternak.
Pengetahuan untuk memiliki saham ini diperoleh sejumlah kepala desa sedaratan Pulau Timor, Rote Ndao dan Sabu Raijua dalam Training of Trainers yang diadakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT Juni lalu.
Charles Lakapu selaku Kepala Desa Noinbila Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) turut menjadi salah satu peserta Training of Trainers (ToT).
Baca juga : Investasi Bodong Sekte Penghapus Utang Muncul di NTT
Mereka dilatih berbagai pengetahuan literasi keuangan, kata dia, termasuk mengenai saham dan bagaimana berinvestasi.
Ia dan kepala desa lainnya setelah pelatihan itu ditugaskan untuk mengajarkannya kepada masyarakat desa yang dominan bekerja sebagai petani dan peternak.
“Paradigma pikir masyarakat di desa kalau orang beli saham itu orang-orang yang berduit. Tapi ternyata kita, siapa saja, bisa punya saham dengan harga Rp 200 ribu sampai Rp 1 juta,” kata Charles saat diwawancarai 23 Juni 2023.
Baca juga : OJK Latih Perangkat Desa di Timor, Rote, Sabu Soal Literasi Keuangan Selama 5 Hari, Apa Capaiannya?
Memang ini menjadi pengetahuan yang baru bagi kebanyakan kepala desa, kata dia, namun ilmu ekonomi ini bisa digunakan untuk menambah cara berbisnis masyarakat desa.
Masyarakat desa selama ini lebih banyak menabung di bank dan koperasi. Untuk memiliki saham maupun persiapan dana pensiun atau dana usia senja pun masih belum jadi perhatian.
“Kami di desa bisa pelihara babi berpuluh-puluh ekor untuk adat dan bisnis tapi bisa juga untuk punya saham. Biar uang yang bekerja untuk kami,” ujar Charles.
Baca juga : Warga Desa Ajaobaki Produksi Pangan Lokal Tuai Omset Rp 30 Juta per Bulan
Kepala desa yang menjadi peserta ini akan menjadi pelatih bagi masyarakat desa nantinya. Materi yang didapat akan diteruskan ke masyarakat.
“Sehingga bukan hanya kami yang bisa punya dana pensiun tapi mama-mama di pasar dan kebun bisa punya investasi. Ada banyak misalnya di tabung emas di Pegadaian. Harga emas kan bisa naik,” ungkapnya.
“Lebih baik kita memutus mata rantai rentenir dan kita ikuti alur keuangan yang bisa memberikan hasil yang lebih baik, bukan jadi korban lintah darat,” sambung Charles lagi.
Baca juga : OJK Buat Aplikasi iBPR-S, Ini Manfaatnya bagi Pelaku Usaha
Kepala OJK, Japarmen Manalu, berharap perbaikan infrastruktur di desa dapat terjadi untuk mendukung digitalisasi keuangan.
“Sehingga tidak lagi ada kesenjangan begitu jauh dari masyarakat kota dan desa,” harap Japarmen.
Pihaknya siap membantu para kepala desa usai ToT ini agar dapat memberikan ilmu yang didapat ke masyarakat desa.****




