Kupang – Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), masih mengalami hujan 10 hari ke depan semasa kemarau ini.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan wilayah NTT dikategorikan hujan rendah dan hujan sangat pendek selama dasarian ketiga Juli ini.
“Namun sebagian wilayah TTS dan Malaka mengalami hujan kategori hujan tinggi,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II NTT, Rahmatullah Adji.
Baca juga : Bukan Daerah Terpanas di Indonesia, NTT Masih Waspada Hujan Lebat
Prediksi curah hujan untuk 10 hari ke depan, jelas Adji, wilayah NTT pada umumnya diprediksi akan mengalami curah hujan 0 sampai 20 mm dengan peluang 71 sampai 100 persen.
Sedangkan sebagian kecil Kabupaten TTS dan Malaka diprakirakan mengalami curah hujan lebih dari 50 mm dengan peluang 51-60 persen.
“BMKG juga mengingatkan untuk tetap waspada terhadap bencana hidrometeorologi dimanapun berada,” ungkap dia.
Baca juga : Dingin di Benua Asia Tingkatkan Curah Hujan dan Angin di NTT
Untuk wilayah Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sumba Timur, Kupang, TTS TTU, Malaka dan Belu diprakirakan akan mengalami curah hujan 21-50 mm dengan peluang sebesar 71-90 persen.
Saat ini 100 persen dari total Zona Musim (ZOM) di Provinsi NTT telah berada dalam periode musim kemarau berdasarkan analisis akhir pada 30 Juni 2023 lalu.
“Diperlukan kewaspadaan terkait ancaman bencana kekeringan,” ungkap dia. ****




