• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Oktober 1, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Opini

Telinga, Antara Mendengar dan Mendengarkan

Oleh: Tonnio Irnawan, Pembaca Buku Sejarah

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Opini
Reading Time: 1 min read
A A
0
Rumah warga Besipae yang digusur oleh Pemprov NTT (Joe-KatongNTT)

Rumah warga Besipae yang digusur oleh Pemprov NTT (Joe-KatongNTT)

0
SHARES
72
VIEWS

Selain ilmu pengetahuan, satu hal yang menjadi alat utama seorang psikolog, psikiater, konselor dan rohaniwan adalah telinga. Semua orang punya sepasang telinga. Karena telinga, kIta bisa mendengar. Tapi telinga tidak hanya dapat menangkap bunyi (mendengar) tapi bisa lebih dari itu yakni mendengarkan dan memberi makna.

Untuk sampai bisa mendengarkan tidak cukup telinga saja. Dibutuhkan hati yang membuka diri untuk orang lain.

BacaJuga

Ilustrasi rantai pertanian (Dok.KatongNTT)

Anita Mahenu dan Jalan Baru Pertanian Sumba Barat

15 September 2026
Saling Cuci Tangan Hadapi Penolakan Bendungan Kolhua

Jokowi ke NTT : Dengarkan Kegelisahan Rakyat, Jangan Hanya Urus Partai

31 Juli 2026

Baca juga: Melukaimu dengan Begitu Lembut: Apresiasi Puisi “Orang Pilihan”

Dalam banyak hal, kita lebih mudah membuka telinga, namun enggan membuka hati untuk mendengarkan orang lain. Banyak alasannya antara lain : sudah sangat sibuk dengan urusan sendiri, tidak mau mencampuri urusan orang, mendengarkan apalagi dalam waktu lama akan sangat melelahkan dan butuh kesabaran.

Jika saja seseorang punya empati, alasan – alasan enggan membuka hati untuk mendengarkan bisa diatasi.

Seorang pasien dengan wajah murung masuk ke kamar praktik psikiater. Dua jam kemudian pasien ke luar dari kamar praktik. Wajahnya kini berseri – seri. Psikiater itu sama sekali tidak memberi obat. Ia beberapa kali bertanya dan sebagian besar waktu dipakai pasien menumpahkan isi hati dan pikirannya. Psikiater mendengarkan penuh perhatian apa yang diungkapkan pasien. Psikiater hanya sesekali melontarkan tanya untuk memancing pasien menemukan solusi.

Baca juga:Menggagas Kolaborasi Setara Antara Budaya, Gereja, dan Negara 

Psikiater telah membuka telinga dan hatinya. Giliran kini pasien membuka dompetnya.

Pemerintah dan anggota parlemen mendapat gaji dari negara yang antara lain berasal dari pajak yang dibayarkan warga negara. Tugas aparat pemerintah dan anggota dewan adalah melayani warga negara. Agar pelayanan berhasil memenuhi keinginan dan kebutuhan warga, perlu mendengarkan aspirasi. Seperti seorang dokter yang telah membuka hati untuk mendengarkan pasiennya lalu mengambil tindakan, demikian halnya pemerintah. Action. Action and Action.

Tags: #Aspirasi#DPRRI#Empati#Pemerintah
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Ilustrasi rantai pertanian (Dok.KatongNTT)

Anita Mahenu dan Jalan Baru Pertanian Sumba Barat

by Teguh Lamentur Takalapeta
15 September 2026
0

Pelantikan Anita Nidya Mahenu sebagai Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Sumba Barat pada Selasa, 15 September 2026, di Kupang,...

Saling Cuci Tangan Hadapi Penolakan Bendungan Kolhua

Jokowi ke NTT : Dengarkan Kegelisahan Rakyat, Jangan Hanya Urus Partai

by Rio Hermanus
31 Juli 2026
0

Katangan Joko Widodo ke Nusa Tenggara Timur (NTT), yang salah satunya diisi dengan agenda Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati