Kupang – Kepala desa (kades) di Kabupaten Kupang ingin prioritas penggunaan dana desa dihapus dan ditentukan sendiri oleh pihak desa.
Usulan ini pun sudah disampaikan kepada DPR RI agar prioritas penggunaan dana desa yang akan diturunkan lewat Permendes tiap tahunnya tidak lagi berlaku.
Baca juga : Belasan Desa di NTT Sepakat Buat Perdes Inklusi
Kepala Desa Besmarak, Petrus Timate, mengatakan selama ini selalu ada patokan prioritas penggunaan dana desa dan juga alokasi dananya.
Menurut dia kepala desa merasa dikekang apabila sudah ada prioritas penggunaan dana dan alokasi anggaran per bidangnya dalam Permendes yang keluar setiap tahun.
Baca juga : Belasan Desa di NTT Sepakat Buat Perdes Inklusi
“Kami berharap agar ke depan itu tidak ada prioritas penggunaan dana desa lagi agar desa bisa membuat perencanaan berdasarkan kebutuhan desa,” ucapnya Rabu, 27 September 2023 di Sahid T-More Kupang.
Hal itu dikemukakan beberapa kades dalam workshop bertema perencanaan pembangunan desa berperspektif GEDSI dalam penyusunan perdes penyelenggaraan desa Inklusi.
Baca juga : Jadi Pelopor Cegah TPPO, NTT Punya 174 Desa Sadar Hukum
Ia menyampaikan kebutuhan masing-masing desa yang berbeda tentunya menjadi dasar agar aturan ini dibenahi ke depannya lagi.
Contohnya dalam Permendes tahun sebelumnya menyebut 20 persen penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan sedangkan ada desa yang di saat yang sama bukan menjadikan ketahanan pangan prioritas.
“Itu salah satu usulan kita ke DPR agar supaya dalam perubahan undang-undang desa ini kalau bisa prioritas penggunaan anggaran ini kementerian tidak boleh gunakan lagi,” lanjut dia.
Baca juga : Warga Desa Bisa Punya Saham di Pasar Modal
Usulan ini sudah sampai ke pusat, ungkapnya lagi, dan juga sudah pernah dibawa dalam demonstrasi yang dilakukan kepala desa sebelumnya.
Selain soal prioritas penggunaan dana desa juga diinginkan kejelasan status aparat desa. Menurut dia status aparat desa saat ini tidak jelas apakah P3K atau PNS.
“Ini yang kita ingin perjelas karena aparat desa ini masuk SMA atau sarjana tetap gajinya sama,” tukas dia. ****




