• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Sinergi untuk Antisipasi Bencana Kekeringan Perlu Terus Ditingkatkan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sinergi untuk Antisipasi Bencana Kekeringan Perlu Terus Ditingkatkan

Sekretaris Baguna Pusat Alvian Feoh (kanan) bersama Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah).

0
SHARES
108
VIEWS

Jakarta – Berbagai upaya dan mitigasi untuk mengantisipasi bencana kekeringan harus terus dilakukan dari pusat hingga ke daerah. Sinergi berbagai elemen pemerintah dan masyarakat perlu terus ditingkatkan.

Sekretaris Badan Penanggulan Bencana (Baguna) DPP PDI Perjuangan Alvian Feoh menjelaskan sejumlah informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) harus menjadi peringatan bersama. Para pihak yang terkait dalam pencegahan dan mitigasi harus terus bersinergi untuk meminimalisir dampak bencana. “Saat ini sudah memasuki puncak kekeringan dan beberapa daerah sudah terdampak. Kolaborasi dan antisipasi bersama sangat diperlukan, terutama daerah-daerah yang paling rawan,” ujar Alvian di Jakarta, Minggu (22/10/2023).

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

Baca : Kekeringan, Stunting, dan Opor Singkong

Dikatakan, antisipasi yang dilakukan jangan sampai hanya bersifat reaktif dan karitatif semata. Namun, perlu strategi khusus karena kekeringan dan perubahan iklim akan terus terjadi.

Pekan lalu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meminta masyarakat luas bersiap karena Indonesia saat ini tengah menghadapi ancaman kekeringan lebih panjang dan kuat dari tahun-tahun sebelumnya. Kekeringan dipicu fenomena El Nino moderat sejak Juli 2023 lalu. Berdasarkan data BMKG, kekeringan yang terjadi saat ini telah menyebabkan penurunan debit air di beberapa sungai dan waduk di Indonesia.

Baca : Kemarau Landa NTT, Budidaya Singkong Jadi Pilihan Atasi Krisis Pangan

“Hal ini berdampak pada berkurangnya pasokan air untuk pertanian, industri, dan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Ini merupakan peringatan bagi Indonesia untuk segera mengambil langkah mitigasi krisis air,” katanya dalam dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

Dikatakan, sinergi dari berbagai pihak diperlukan untuk mengatasi krisis air, baik pemerintah, swasta, masyarakat, hingga organisasi internasional.

“Persoalan ini sangat kompleks, bukan karena hanya satu sebab dan hanya satu negara, tapi terlibat keterkaitan berbagai elemen. Jadi kita harus gotong-royong,” ujar Dwikorita.

Baca : Perempuan NTT Dalam Bayang-bayang Bencana Ekologis

Seperti diketahui, sebagian besar wilayah Indonesia tengah menghadapi kekeringan dan kemarau panjang, terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT). Beberapa daerah mengalami krisis air sehingga berpotensi terjadi bencana, termasuk kelaparan karena gagal panen.

Salah satu upaya antisipasi jangka pendek adalah menjaga ketersediaan pangan melalui cadangan beras pemerintah (CBP).  Setiap kabupaten/kota di NTT memiliki beras bantuan pangan CBP untuk membantu warga yang kekurangan pangan sebagai dampak kekeringan.

“Apabila terjadi kekurangan pangan yang dialami warga sebagai dampak kekeringan maka pemerintah kabupaten/kota di NTT bisa menggunakan bantuan pangan CBP yang telah dialokasikan 100 ton,” kata Kepala Dinas Sosial NTT Yosef Rasi, Sabtu (21/10/2023).

CBP 100 ton, seperti ditulis Antara, menjadi kewenangan bupati dan wali kota untuk membantu warga yang terdampak bencana kekeringan.

Baca : Kekeringan, Harga Beras Naik, dan Tanam Singkong

Alvian memberi apresiasi atas upaya berbagai instansi dan elemen masyarakat tersebut. Sejalan dengan semangat Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan awal Oktober lalu yang terus mendengungkan kedaulatan pangan, maka ketersediaan pangan lokal juga harus dioptimalkan. “Apalagi masyarakat sudah punya kearifan lokal yang perlu terus ditingkatkan dalam semangat gotong royong,” ujar pria kelahiran Flores, NTT ini. [Anto]

Tags: #bencana#kekeringan#Sinergi
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati