• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Pameran SANDU SANGGU, Kisah Awal Mula Terciptanya Sasandu

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pameran SANDU SANGGU, Kisah Awal Mula Terciptanya Sasandu
0
SHARES
156
VIEWS

Kupang – Pameran Seni Media SANDU SANGGU merupakan sebuah perjalanan eksplorasi terhadap tiga konsep yang sangat terkait dengan alat musik Sasandu.

Sandu Sanggu sendiri merupakan istilah bahasa Rote. Sandu merujuk pada getaran dan Sanggu yang berarti badai. Sandu Sanggu mencerminkan getaran yang menghasilkan badai.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Kisah penciptaan alat musik dari Rote itu pun erat dengan Sangguana Nalle, sosok terkenal dari Rote Thie. Sangguana menjadi titik temu berbagai versi cerita asal mula Sasandu.

Baca juga : Sasando dan Lontar yang Menyimpan Sejumlah Cerita

Sejarawan Matheos Messakh juga mengaitkan munculnya ragam versi cerita ini tak lepas dari sejarah banyaknya nusak di Rote. Tidak saja Sasandu, produk budaya lainnya pun memiliki ragam cerita berbeda.

Kini alat musik yang terbuat dari serat daun lontar ini sudah menjadi simbol warisan musik tradisional Indonesia yang menjajal berbagai panggung internasional.

Sasandu mampu berpadu dengan berbagai budaya dan bahan, bentuknya pun bertransformasi, dulu Sasandu Gong kini muncul Sasandu Elektrik. Sasandu kian berevolusi dengan mempertahankan esensi akar budaya Rote.

Baca juga : Women From Rote Island Raih 4 Piala Citra, Kisah Luka Perempuan NTT

Tujuan pameran ini, papar Ifana Tungga selaku kurator, untuk merekam dan memamerkan cerita asal-usul Sasandu yang dikenal luas namun tersembunyi.

Tujuan lainnya untuk mendorong diskusi seputar Sasandu terkait isu-isu sosial, membuka interaksi publik dan membuat eksperimen dengan produk budaya lokal dalam seni media.

Baca juga : Kisah Tiga Pria Warga Desa Maubesi Jadi Korban Perdagangan Saudara Sendiri

Pameran ini bakal dimulai 21 – 25 November 2023 di de Museum Cafe Jemaat Kota Kupang (bekas gedung Asisten Residen, di samping Gedung Kebaktian Jemaat Kota Kupang). Pameran ini dibuka sejak pukul 17.00 sampai 21.00 WITA.

Pameran SANDU SANGGU jadi bagian dari program XPLORE: New Media Art Incubation bertema Curating After New Media yang diselenggarakan oleh Arcolabs dengan dukungan Goethe-Institut Indonesia.

Baca juga : Alumni Santa Ursula Jakarta Gelar Pameran Lukisan untuk Perempuan NTT

Penyelenggaraannya didukung juga oleh SkolMus Multimedia Untuk Semua, de Museum Cafe JKK, dan Timore Art Graffiti.

Adapun karya-karya di pameran ini juga berasal dari seniman dan kolaborator muda NTT seperti Felzip Pandi (Ilustrasi Digital dan Animasi), Vickram Sombu (Fotografi), Lif Haning (Instalasi Audio), juga kolaborator yaitu Agri Oematan (Programmer). ***

Tags: #KisahpenciptaanSasandu#PameranSeniMediaSANDUSANGGU#Sasando#Sasandu#SkolMus#TimorArtGrafiti
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati