• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Mei 15, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Pemilu 2024

Pemilu 2024, Oma Nabaga Hingga Usia 105 Tahun Tak Tergoda Politik Uang (3)

Tim Redaksi melakukan liputan khusus mengenai praktek kotor politik uang di Kota dan Kabupaten Kupang, Provinsi NTT menjelang Pemilu pada 14 Februari 2024. Politik uang menjadi topik pembahasan hangat tanpa mampu memberangusnya. Jika dulu politik uang diduga terjadi dalam masa tenang atau "serangan fajar" yang dilakukan secara tertutup, maka praktek kotor yang merusak nilai-nilai demokrasi kini dilakukan jauh sebelum masa tenang dan terjadi secara terbuka tanpa rasa bersalah dan malu. Sistem pengawasan dan sanksi seperti tak berdaya mencegahnya. Namun selalu ada sosok sebagai oase untuk memberi harapan bahwa masih ada orang berintegritas. Kami menghormati permintaan identitas narasumber tidak dibuka untuk mengungkap praktek politik uang ini.

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Pemilu 2024
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pemilu 2024, Oma Nabaga Hingga Usia 105 Tahun Tak Tergoda Politik Uang (3)
0
SHARES
134
VIEWS

Kupang – Welmince Luddji atau disapa Oma Nabaga melangkah tertatih sambil memegang tas sirih pinang menuju ruang tamu. Perempuan asal  Sabu Raijua ini tinggal bersama anak perempuannya di kawasan Bello, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Senyum sumringah ketika KatongNTT.com menyapanya sambil  bertanya tentang kesiapannya mengikuti Pemilu pada 14 Februari 2024.

BacaJuga

Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka Resmi Jadi Presiden dan Wapres RI, Ini Pidato Lengkapnya

Kabinet Merah Putih Prabowo – Gibran 2024-2029, 7 Kemenko dan 41 Menteri Teknis

21 Oktober 2024
Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka Resmi Jadi Presiden dan Wapres RI, Ini Pidato Lengkapnya

Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka Resmi Jadi Presiden dan Wapres RI, Ini Pidato Lengkapnya

20 Oktober 2024

“Beta ikut ina o. Beta pilih sendiri,” kata Oma Nabaga pada Sabtu, 10 Februari 2024.

Baca juga: Pemilu 2024, Politik Uang: Harga Suara Lebih Murah dari Bibit Babi (2)

Oma Nabaga menolak memberikan suaranya dari rumah mengingat usianya yang sudah termasuk sangat uzur: 105 tahun!

Kedua bola matanya bersinar ketika bercerita tentang politik uang dalam pemilu yang telah dia ikuti sepanjang hidupnya. Oma Nabaga mengungkapkan beberapa calon legislatif, baik tingkat Kota Kupang maupun Provinsi NTT pernah menemuinya. Mereka menawarkan uang agar Oma Nabaga memberikan suara untuk mereka.

Oma Nabaga juga pernah ditawari sembako asalkan mau memilih caleg tersebut. Dia tetap menolaknya.   Apapun yang ditawarkan dengan syarat memberikan suara ke caleg tertentu, Oma Nabaga berkukuh menolaknya.

” Beta takut polisi. Orang kasih uang tidak kasih tau buat apa na. Kenapa harus terima? Beta sonde mau. Beta takut masuk penjara,” kata Oma Nabagan tertawa.

Baca juga: Pemilu 2024, Keluarga dan Tetangga di Pusaran Politik Uang (1)

Di masa pemilu dengan calon presiden dan wakil presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)-  Megawati Sukarnoputri, Oma Nabaga mengungkapkan dirinya  ditawari uang dan sembako. Namun dia tegas menolaknya.

“Dulu tu ina, pas zaman Megawati, ada yang suru beta pi ambil beras, gula. Mana beta mau pi, sonde mau,” ujarnya.

Lia Hae, anak perempuan Oma Nabaga mengungkapkan modus para pelaku politik uang dalam beberapa pemilu yang diikuti ibunya. Modusnya antara lain, Oma Nabaga diminta untuk membawa kartu caleg ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kemudian dia diinstruksikan untuk menemui petugas dan pemdamping di TPS bahwa dia akan mencoblos  nama, nomor dan partai di kartu caleg tersebut.  Namun Oma Nabaga tetap menolak politik uang caleg tersebut.

” Jadi kartu itu yang mereka suruh Oma bawa, baru nanti kasih tahu di petugas atau pendamping kalo Oma coblos itu orang, tapi Oma sonde pernah mau”,”kata Lia.

Untuk Pemilu 2024, Oma Nabaga akan menggunakan hak suaranya di Kelurahan Oebobo sesuai KTP miliknya. Namanya tercantum di Kartu Keluarga anak perempuannya di Oebobo. Oma Nabaga akan didampingi anggota keluarga maupun petugas KPPS saat akan ke bilik TPS.  Dia menegaskan pilihan sepenuhnya menjadi keputusan dirinya.

” Petugas yang dampingi. Tapi kalo pilih beta mau pilih sendiri dari hati. Jadi nanti tunjuk, petugas bantu,” kata Oma Nabaga tersenyum.

Baca juga: NTT Jadi Provinsi Dengan Penindakan Korupsi Terbanyak Ketiga di Indonesia

Bawaslu NTT menduga politik karena budaya permisif masyarakat membuatnya sulit diungkap secara terang-terangan.

Permisif secara harafiah berarti sikap yang membolehkan, mengizinkan atau mengamini hal-hal yang sebenarnya tabu atau sangatlah tidak pantas. Hal yang tidak layak ini kemudian menjadi budaya atau dianggap biasa karena tanpa pengawasan atau dibiarkan saja. Politik uang ini tak ubahnya borok dalam demokrasi.

Masyarakat pun cenderung tak melaporkan ini kepada petugas sehingga temuan di lapangan tidak begitu signifikan. Akibatnya praktik ini mungkin akan masif lagi dalam masa tenang menuju hari pencoblosan, 14 Februari ini.

“Masyarakat harus berani melapor meskipun di lain sisi budaya kita ini kan budaya permisif.  Masyarakat harus berpendirian dan punya keberanian,” kata Ketua Bawaslu NTT, Nonato Da Purificacao Sarmento, 10 Februari lalu Auditorium Universitas Nusa Cendana.

Tidak ada lagi pemilu yang berintegritas dan bermartabat, sambung Nonato, saat kecurangan atau pelanggaran seperti itu didiamkan.  Begitupun, Oma Nabaga menjadi oase di tengah maraknya politik uang di NTT. Perempuan berusia seabad ini masih menyakini jerat hukum bagi pelaku poliik uang. (Ayunda Nenokatu/Putra Bali Mula)

 

 

 

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka Resmi Jadi Presiden dan Wapres RI, Ini Pidato Lengkapnya

Kabinet Merah Putih Prabowo – Gibran 2024-2029, 7 Kemenko dan 41 Menteri Teknis

by Rita Hasugian
21 Oktober 2024
0

Kupang- Presiden Prabowo Subianto didamipingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengumumkan susunan kabinet beberapa jam setelah pengambilan sumpah dan jabatan...

Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka Resmi Jadi Presiden dan Wapres RI, Ini Pidato Lengkapnya

Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka Resmi Jadi Presiden dan Wapres RI, Ini Pidato Lengkapnya

by Rita Hasugian
20 Oktober 2024
0

Kupang – Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI ke 8 setelah mengucapkan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati