• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 28, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Salah Data, Bantuan Pangan Beras Bagi NTT Lambat Datang

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tidak Ada Beras Ilegal ke Timor Leste, Stok Lebaran Dalam Perjalanan

Perum Bulog NTT melayani pembelian beras murah pada operasi pasar di Kota Kupang. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

0
SHARES
49
VIEWS

Kupang – Nusa Tenggara Timur (NTT) dan beberapa provinsi di Papua menjadi daerah dengan realisasi bantuan pangan beras terendah menurut data Badan Pangan Nasional (BAPANAS).

Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi BAPANAS, Nyoto Swignyo, mengatakan penyaluran bantuan pangan di NTT baru 16,39 persen.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Daerah lainnya yang rendah penyaluran yaitu Papua Barat Daya baru 16,96 persen; DKI Jakarta 12,90 persen; Papua Tengah 9,23 persen; Papua Barat 6,79 persen; Papua Pegunungan baru 3,72 persen; dan Papua Selatan 0,31 persen.

Baca juga: Akhir Februari, NTT Baru Dapat 19 Persen Bantuan Beras 

Lambatnya penyaluran ini akibat kendala verifikasi dan validasi (verval) data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang masih salah atau belum tepat.

“Adanya kendala verifikasi dan validasi data P3KE yang masih dispute antara Bulog, dinas pangan provinsi dan bapeda provinsi,” tukasnya saat rapat dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Rapat ini ditayangkan via YouTube Kemendagri, Senin 26 Februari 2024.

Dispute atau selisih data ini misalnya NIK yang tidak lengkap, tidak adanya alamat penerima, atau kesalahan data lainnya. Rincian data ini yang perlu verval lagi.

Baca juga: Prediksi Kementan, Harga Beras Tetap Mahal Jelang Masa Panen

BAPANAS juga sudah menyarankan pemerintah daerah agar berupaya mempercepat proses verval. Rekomendasi ini sudah disampaikan sejak sebelum pemilu

Pada 3 Februari lalu, sebelum pemilu, penyaluran bantuan pangan ke NTT masih 4,07 persen dan Papua Barat 8,25 persen. Sedangkan daerah lainnya seperti DKI Jakarta, Papua Pegunungan dan Papua Selatan 0 persen.

Padahal penyaluran bantuan pangan beras ini harusnya sudah mulai Januari. Bantuan pangan beras ini pun sudah 38,2 persen atau 252 ribu ton pada Januari untuk seluruh Indonesia.

Baca juga :Bulog Pasok 5000 Ton, Beras di NTT Tetap Mahal

Menurut dia bantuan pangan ini efektif menahan laju inflasi beras dari 0,7 persen di bulan Maret menjadi 0,02 di bulan Mei 2023. Periode itu adalah penyaluran bantuan pangan tahap pertama. Begitu pun pada tahap kedua, dari 5,61 persen di September menjadi 0,48 persen di Desember.

“Oleh karenanya diharapkan penyaluran bantuan pangan pada 2024 dapat diteruskan dan dipercepat untuk menekan laju inflasi pangan khususnya yang berasal dari komoditas beras,” tukasnya. ****

Tags: #BantuanPanganBeras#Bapanas#berasdintt#Bulog#NTTtelatdapatbantuanberas#salahdatapenerimabantuanberas
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati